Tag Archives: Industri Rumah Tangga

Bengkuang

Tanaman bengkuang atau Pachyrrhizus erosus dikenal baik oleh masyarakat kita. Umbi tanaman bengkuang biasa dimanfaatkan sebagai buah atau bagian dari beberapa jenis masakan. Umbi tersebut bisa dimakan segar, dibuat rujak, ataupun asinan. Selain itu, tanaman bengkuang sering juga ditanam sebagai pupuk hijau atau untuk penutup tanah di perkebunan teh.

Bengkuang ternyata memiliki khasiat sebagai obat. Kegunaan bengkuang antara lain untuk mengatasi penyakit kulit, diabetes, demam, eksim, sariawan, dan wasir.

Bengkuang merupakan tanaman terna yang merambat dan dibudidayakan untuk diambil umbinya. Umbi akarnya berwarna putih, berbentuk gasing, dan kulitnya mudah dikupas. Untuk memperoleh umbi yang baik, bunganya harus selalu dibuang.

Setelah satu sampai tiga minggu ditanam, biji akan mulai berkecambah. Umumnya bengkuang dipanen ketika berumur enam sampai sebelas bulan.

Baca lebih lanjut

Iklan

1 Komentar

Filed under agrobisnis, Kesehatan, kuliner, Pengetahuan, perkebunan, produk unggulan, Tanaman Obat, Tips

Amankah Botol Plastik yang Anda Pakai?

Dapatkah Anda hidup tanpa plastik? Di zaman sekarang ini, sulit melepaskan diri dari produk-produk yang berbau serbakimia. Selain makanan, tengoklah produk wadah makanan dan minuman yang beraneka warna dan bentuk.

Menarik memang beragam produk kemasan yang ditawarkan, tapi jika tak hati-hati memilih, bisa jadi justru akan merugikan kesehatan Anda sekeluarga. Apalagi, manifestasinya kadang baru terlihat setelah jangka panjang. Artinya, Anda sekeluarga tidak akan merasakan dampak negatifnya dalam waktu dekat.
Baca lebih lanjut

3 Komentar

Filed under kemasan, Kesehatan, Pengetahuan, Tips

Hak dan Kewajiban Konsumen

Dasar Hukum Perlindungan Konsumen

Pada hakekatnya, terdapat dua instrumen hukum penting yang menjadi landasan kebijakan perlindungan konsumen di Indonesia, yakni:

Pertama, Undang-Undang Dasar 1945, sebagai sumber dari segala sumber hukum di Indonesia, mengamanatkan bahwa pembangunan nasional bertujuan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Tujuan pembangunan nasional diwujudkan melalui sistem pembangunan ekonomi yang demokratis sehingga mampu menumbuhkan dan mengembangkan dunia yang memproduksi barang dan jasa yang layak dikonsumsi oleh masyarakat.

Kedua, Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK) download disini. Lahirnya Undang-undang ini memberikan harapan bagi masyarakat Indonesia, untuk memperoleh perlindungan atas kerugian yang diderita atas transaksi suatu barang dan jasa. UUPK menjamin adanya kepastian hukum bagi konsumen.

Dasar hukum lain yang menjadikan seorang konsumen dapat mengajukan perlindungan adalah: Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Dokumen, Indonesia, Pengetahuan

Sukun Sebagai Cadangan Pangan Alternatif

Tanaman sukun, Artocarpus altilis Park. dapat digolongkan menjadi sukun yang berbiji disebut breadnut dan yang tanpa biji disebut breadfruit. Sukun tergolong tanaman tropik sejati, tumbuh paling baik di dataran rendah yang panas. Tanaman ini tumbuh baik di daerah basah, tetapi juga dapat tumbuh di daerah yang sangat kering asalkan ada air tanah dan aerasi tanah yang cukup. Sukun bahkan dapat tumbuh baik di pulau karang dan di pantai. Di musim kering, disaat tanaman lain tidak dapat atau merosot produksinya, justru sukun dapat tumbuh dan berbuah dengan lebat. Tidak heran, jika sukun dijadikan sebagai salah satu cadangan pangan nasional.

Sukun dapat dijadikan sebagai pangan alternatif karena keberadaannya tidak seiring dengan pangan konvensional (beras), artinya keberadaan pangan ini dapat menutupi kekosongan produksi pangan konvensional. Sukun dapat dipakai sebagai pangan alternatif pada bulan-bulan Januari, Pebruari dan September, dimana pada bulan-bulan tersebut terjadi paceklik padi. Musim panen sukun dua kali setahun. Panen raya bulan Januari – Februari dan panen susulan pada bulan Juli – Agustus.

Di Indonesia, daerah penyebaran hampir merata di seluruh daerah, terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mengingat penyebaran sukun terdapat di sebagian besar kepulauan Indonesia, serta jarang terserang hama dan penyakit yang membahayakan, maka hal ini memungkinkan sukun untuk dikembangkan.

Baca lebih lanjut

4 Komentar

Filed under agrobisnis, Pengetahuan, perkebunan, pertanian, potensi daerah

Pengusaha Rumahan yang Sukses: Bisakah Anda Menjadi Salah Satunya

Studi menunjukkan bahwa pengusaha sukses dan pengusaha rumahan memiliki karakteristik berikut ini. Bagaimana dengan Anda?

1. Apakah Anda percaya diri?
Kekuatan terbesar adalah dengan memiliki kepercayaan diri pada diri sendiri serta pada kekuatan dan kemampuan Anda. Bukan hanya sekedar basa-basi tapi merupakan keyakinan yang tidah terpatahkan dari diri Anda.

2. Apakah Anda berorientasi pada pencapaian?
Hasil didapatkan dari upaya yang terus-menerus dan fokus. Anda berkonsentrasi pada pencapaian tujuan tertentu, tidak hanya sekedar menyelesaikan tugas yang tidak ada hubungannya.

3. Apakah Anda pengambil resiko?
Ada kemungkinan gagal dalam mencapai tujuan, tapi apakah Anda memiliki keyakinan yang dibutuhkan untuk mengkalkulasi resiko untuk mencapai tujuan Anda?

Dari ketiga karakteristik penting tersebut, manakah yang terpenting? Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Motivasi, ukm, UMKM

6 Cara Memasukan Produk Kedalam Pasar

Seorang entrepreneur selalu memikirkan bagaimana caranya memasukan ciptaan mereka kedalam pasar. Ciptaan yang dibuat pun bermacam-macam seiring dengan jumlah pencetusnya. Dari perlengkapan makan bayi, software programs, frozen foods, peralatan elextronik berkebun hingga aksesoris handphone.

Dalam mencari tahu bagaimana cara memasukan ciptaan anda ke dalam pasar biasanya lebih terkait dengan kesuksesas anda daripada kelebihan atau keuntungan dari produk ciptaan anda. Pada kenyataannya, konsumer aktif sebenernya tidak membeli ciptaan, melainkan produk. Jadi ubahlah cara penyampaian anda dari hanya sekedar ajang pembuatan ciptaan menjadi sebuah cara untuk bagaimana menjual sebuah produk.

Langkah pertama yang anda harus lakukan adalah mencari tahu atau meneliti bagaimana cara orang lain dapat memasukan produk mereka kedalam pasar. Pahamilah segala macam perangkat yang tersedia termasuk laporan hasil penjualan, intelektual property seperti trademarks, copyrights dan macam-macam hak paten lainnya, serta potensi pasar untuk produk anda. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Belajar, Motivasi, Tips, ukm, UMKM

Pertemuan Rutin Gapoktan dan KWT Kecamatan Cepu

20 Januari 2010, pukul 11.00 bertempat di Kantor UPTD Pertanian Cepu diadakan pertemuan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) dan KWT (Kelompok Wanita Tani) Kecamatan Cepu. Yang dibuka oleh Bapak Rodhi selaku Kepala UPTD Pertanian Cepu.

Bapak Rodhi - Kepala UPTD Pertanian Kecamatan CepuDalam sambutannya beliau menyampaikan dua hal penting. Pertama tentang masalah distribusi pupuk yang pada tahun 2010 ini diambil alih oleh KUD Jiken. Harga pupuk urea sendiri masih tetap sama, dan nantinya dari KUD Jiken langsung ke pengecer, jadi kelompok-kelompok tani diharapkan bisa langsung berkoordinasi dengan pengecer.

Kedua mengenai tindak lanjut dari program KID (Komite Investasi Desa) periode 2004-2007. KID tersebut dibagi menjadi dua tahap, tahap pertama yaitu tahun 2004-2006 (sudah selesai) diwajibkan membuat laporan pertanggungjawaban tentang hasil panen apakah ada peningkatan atau tidak, dan Kelompok Wanita Taninya bagaimana produksi dan pemasaran produknya. Sedangkan tahap yang kedua adalah tahun 2007 (sedang berjalan), juga diwajibkan membuat laporan serupa.

Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Agenda Kegiatan, Agenda Masyarakat, agrobisnis, Berita, Cepu, pertanian, potensi daerah, ukm, UMKM

PENGAWETAN PANGAN DENGAN GARAM, ASAM, GULA DAN BAHAN PENGAWET KIMIA – Bagian 2

GULA

Gula terlibat dalam pengawetan dan pembuatan aneka ragam produk-produk makanan. Beberapa diantaranya yang biasa dijumpai termasuk selai, jeli, marmalade, sari buah pekat, sirup buah-buhan, buah-buahan bergula, umbi dan kulit, buah-buahan beku dalam sirup, acar manis, chutney, susu kental manis, madu.
Walaupun gula sendiri mampu untuk memberi stabilitas mikroorganisme pada suatu produk makanan jika diberikan dalam konsentrasi yang cukup (di atas 70% padatan terlarut biasanya dibutuhkan), ini pun umum bagi gula untuk dipakai sebagai salah satu kombinasi dari teknik pengawetan bahan pangan. Kadar gula yang tinggi bersama dengan kadar asam yang tinggi (pH rendah), perlakukan dengan pasteurisasi secara pemanasan, penyimpanan pada suhu rendah, dehidrasi dan bahan-bahan pengawet kimia (seperti belerangdioksida, asam benzoat) merupakan teknik-teknik pengawetan pangan yang penting.

Apabila gula ditambahkan ke dalam bahan pangan dalam konsentrasi yang tinggi (paling sedikit 40% padatan terlarut) sebagian dari air yang ada menjadi tidak tersedia untuk pertumbuhan mikroorganisme dan aktivitas air (aw) dari bahan pangan berkurang. Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under agrobisnis, Belajar, kuliner, Pengetahuan, pertanian, ukm, UMKM