Tag Archives: Entrepreneurship

Rosela – Tanaman Hias Berkhasiat

Tanaman rosela ternyata memiliki manfaat ganda, selain bisa digunakan sebagai tanaman hias, tanaman ini juga bisa untuk tanaman obat yang berfungsi untuk mengobati berbagai macam penyakit. Penampilan fisik tanaman ini memang cukup menarik. Bentuk bunganya terkesan kuncup dan sedikit mekar di ujung kelopak bunga, hampir serupa dengan bunga tulip. Warnanya merah darah dan saat umurnya telah agak tua, warnanya pun berubah menjadimerah maron. Berbeda dengan bunga mawar, melati, anggrek dan bunga-bungan hias lainnya, kelopak bunga rosela tergolong cukup keras dan tidak mudah rontok. Ini tentu menjadi kelebihan tersedia dari tanaman ini. Sebagai tanaman hias, tanaman ini tidak mudah rusak dan dapat lebih lama mempertahankan keindahannya menghiasi kebun. Karena mudah dikembangkan, tidaklah mengherankan jika selama ini rosela banyak ditanam di kebun-kebun ataupun dalam pot. Cukup dengan menabur benihnya dalam tanah yang telah diberi pupuk, dalam waktu lima bulan kemudian, tanaman ini sedah bisa dilihat hasilnya. Dari satu benih yang ditanam bisa menghasilkan satu rumpun tanaman rosela, hal ini mempermudah perbanyakan tanaman yang bermanfaat sebagai tanaman obat tersebut. Baca lebih lanjut

Iklan

3 Komentar

Filed under agrobisnis, Belajar, Kesehatan, Pengetahuan, perkebunan, potensi daerah, produk unggulan, Tanaman Obat, Tips, ukm, UMKM

Dana Bantuan UKM Baru Terserap 20 Persen

Deputi Menneg BUMN, Ir Muchayat mengemukakan bahwa saat ini dana bantuan untuk pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di perbankan baru terserap 20 hingga 25 persen.

“Jadi banyak yang belum terserap. Ini karena UMKM tidak siap menerima dana itu. Ini merupakan salah satu masalah yang dihadapi UMKM saat ini,” katanya pada Anugerah UK Berprestasi 2007 dari Harian Bisnis Indonesia di Surabaya, Sabtu malam. Menurut alumni ITS yang juga mantan Ketua Kadinda Jatim itu, masalah lain yang menghambat perkembangan UMKM adalah terlalu banyaknya regulasi sehingga keberadaannya “mengunci” perkembangan ekonomi UMKM.

Pada kesempatan itu ia mengemukakan bahwa di sektor pembangunan, dana yang terserap sampai saat juga baru sekitar 20 persen karena terlalu banyaknya regulasi sehingga semua pihak ingin mengatur. Sementara Deputi Menneg Koperasi dan UKM, Marsudi Rahajo mengemukakan bahwa saat ini ada 44,98 juta UKM di Indonesia yang kualitasnya masih “jongkok”. “Makanya keberadaan UKM ini harus ditingkatkan karena usaha ini sangat strategis untuk pemerataan pendapatan. Keberadaan UKM harus diberdayakan secara terintegrasi, termasuk usaha mikro yang jumlahnya jauh lebih besar lagi,” katanya.

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, potensi daerah, ukm, UMKM

Minat sarjana baru jadi wirausaha minim

Hasil kajian pemerintah menunjukkan minat alumnus perguruan tinggi menjadi wirausahawan minim, karena para sarjana fresh graduate (lulusan baru) tersebut cenderung memilih profesi menjadi karyawan atau pegawai kantor.

Neddy Rafilandi Halim, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia UMKM Kementerian Negara Koperasi dan UKM mengatakan dari puluhan ribu sarjana yang merupakan lulusan baru, hanya sekitar 17% yang berminat menjadi wirausaha. “Kondisi ini kurang mendukung program pemerintah mengurangi angka pengangguran kalangan terdidik dari perguruan tinggi, sebab 87% dari mereka cenderung menjadi karyawan kantor. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia, ukm, UMKM

Pengusaha Rumahan yang Sukses: Bisakah Anda Menjadi Salah Satunya

Studi menunjukkan bahwa pengusaha sukses dan pengusaha rumahan memiliki karakteristik berikut ini. Bagaimana dengan Anda?

1. Apakah Anda percaya diri?
Kekuatan terbesar adalah dengan memiliki kepercayaan diri pada diri sendiri serta pada kekuatan dan kemampuan Anda. Bukan hanya sekedar basa-basi tapi merupakan keyakinan yang tidah terpatahkan dari diri Anda.

2. Apakah Anda berorientasi pada pencapaian?
Hasil didapatkan dari upaya yang terus-menerus dan fokus. Anda berkonsentrasi pada pencapaian tujuan tertentu, tidak hanya sekedar menyelesaikan tugas yang tidak ada hubungannya.

3. Apakah Anda pengambil resiko?
Ada kemungkinan gagal dalam mencapai tujuan, tapi apakah Anda memiliki keyakinan yang dibutuhkan untuk mengkalkulasi resiko untuk mencapai tujuan Anda?

Dari ketiga karakteristik penting tersebut, manakah yang terpenting? Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Motivasi, ukm, UMKM

Telecenter sebagai Social Entrepreneur

Salah satu prinsip yang diusung Telecenter adalah Social Entrepreneurship. Sehingga bisa dikatakan Telecenter adalah merupakan social business. Lalu apakah maksud hal tersebut?

Social Entrepreneurship atau Kewirausahaan sosial adalah karya pengusaha sosial. Pengusaha sosial adalah seseorang yang mengakui masalah sosial dan menggunakan prinsip-prinsip kewirausahaan untuk mengatur, membuat, dan mengelola suatu usaha untuk membuat perubahan sosial. Sedangkan pengusaha bisnis biasanya mengukur kinerja laba dan timbal balik, pengusaha sosial menilai keberhasilan dalam hal dampak yang telah dia berikan pada masyarakat serta keuntungan dan timbal balik. Sementara pengusaha sosial sering bekerja melalui organisasi nirlaba dan kelompok-kelompok warga negara, banyak sekarang bekerja di swasta dan sektor pemerintah dan membuat dampak penting pada masyarakat.

Tujuan utama kewirausahaan sosial serta usaha sosial adalah untuk memajukan tujuan-tujuan sosial dan lingkungan untuk tujuan baik. Meskipun pengusaha sosial sering dikaitkan dengan organisasi nirlaba, hal ini tidak perlu bertentangan dengan menghasilkan keuntungan. Perusahaan Sosial adalah untuk ‘lebih-dari-laba,’ menggunakan campuran model bisnis yang menggabungkan bisnis yang menghasilkan pendapatan dengan nilai-sosial yang menghasilkan struktur atau komponen.
Social Business atau Bisnis sosial adalah usaha non-rugi, tanpa dividen yang dirancang untuk mengatasi tujuan sosial. Keuntungannya digunakan untuk memperluas jangkauan perusahaan dan meningkatkan produk / layanan.

Dalam bisnis sosial, para investor / pemilik secara bertahap dapat menghitung uang yang diinvestasikan, namun tidak bisa mengambil dividen melebihi titik itu. Tujuan dari investasi adalah murni untuk mencapai satu atau lebih tujuan sosial melalui operasi perusahaan, tidak ada keuntungan pribadi yang diinginkan oleh para investor. Perusahaan harus mencakup semua biaya dan mendapatkan keuntungan, pada saat yang sama mencapai tujuan sosial, seperti, kesehatan bagi masyarakat miskin, perumahan bagi masyarakat miskin, layanan keuangan bagi masyarakat miskin, gizi untuk anak-anak kurang gizi, penyediaan air minum yang aman, memperkenalkan terbarukan energi, dll dalam cara bisnis. Dampak bisnis dengan orang atau lingkungan, bukan jumlah keuntungan yang dibuat dalam periode tertentu mengukur keberhasilan bisnis sosial. Kesinambungan perusahaan menunjukkan bahwa hal itu berjalan sebagai sebuah bisnis. Tujuan perusahaan adalah untuk mencapai tujuan sosial.

Tujuh Prinsip Dasar Bisnis Sosial menurut Prof Muhammad Yunus di World Economic Forum di Davos, Januari 2009, adalah :

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Pengetahuan

Puskowanjati Gelar Pelatihan Telecenter Gelombang II

Pelatihan untuk pengelola telecenter digelar kembali oleh Puskowanjati  pada 2 – 4 Pebruari lalu. Sasaran pelatihan ini adalah  primer penerima program telecenter tahap kedua. Mereka adalah pengelola telecenter dari Kopwan Mawar Putih – Malang, Srikandi- Prigen , Kencono Wungu – Mojokerto dan Kartini Mandiri – Batu. Tapi dalam pelatihan ini juga ada yang dari primer penerima Telecenter tahap pertama. Mereka dari Kopwan Wanita Mandiri- Cepu dan Citra Lestari – Lawang.

Seperti pelatihan pada penerima telesenter gelombang pertama, mereka diajak untuk lebih jauh mengenal tentang dunia maya. Dalam hal ini mereka dikenalkan tentang manfaat akses internet. Tentu saja tidak hanya teori atau pengajaran dalam kelas, mereka juga diajak untuk mempraktekannya di Telecenter Puskowanjati. Tidak itu saja mereka juga dilatih dalam pembuatan website walaupun secara sederhana.

Dalam pelatihan selama 3 hari ini mereka juga diberi pelatihan tentang pengelolaan sebuah warnet yang dipandu oleh Tim dari Waroenk Internet. Tim yang terdiri dari 3 personil dan telah berpengalaman dalam mengelola Warnet ini  tidak hanya memaparkan tentang berbagai renik pengelolaan warnet tapi juga sampai pada tahap pembuatan bisnis plan. Termasuk bagaimana melakukan chaneling untuk pengembangan selanjutnya.

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Agenda Cepu Telecenter, Berita, Pelatihan

PENGAWETAN PANGAN DENGAN GARAM, ASAM, GULA DAN BAHAN PENGAWET KIMIA – Bagian 1

GARAM DAN ASAM

Garam dipergunakan manusia sebagai salah satu metoda pengawetan pangan yang pertama dan masih dipergunakan secara luas untuk mengawetkan berbagai macam makanan. Demikian pula, pengasaman pangan telah dipergunakan secara luas, sebelum perannya sebagai penghambat kerusakan dipahami. Pengasapan dan pengeringan telah juga digunakan secara luas dalam kombinasinya dengan garam, terutama untuk produk-produk daging dan ikan.

Garam dan asam dipergunakan secara luas dalam pengawetan produk-produk sayuran, di mana mentimun, kubis dan bawang merupakan contoh-contoh yang penting di masyarakat Barat. Garam adalah bahan yang sangat penting dalam pengawetan ikan, daging dan bahan pangan lainnya di Indonesia.

Sifat-Sifat Antimikroorganisme dari Garam dan Asam

Garam memberi sejumlah pengaruh bila ditambahkan pada jaringan tumbuh-tumbuhan yang segar. Pertama-tama garam akan berperan sebagai penghambat selektif pada mikroorganisme pencemar tertentu. Mikroorganisme pembusuk atau proteolitik dan juga pembentuk spora, adalah yang paling mudah terpengaruh walau dengan kadar garam yang rendah sekalipun (yaitu sampai 6%). Mikroorganisme patogenik, termasuk Clostridium botulinum dengan pengecualian pada Streptococcus aureus, dapat dihambat oleh konsentrasi garam sampai 10-12%. Walaupun begitu, beberapa mikroorganisme terutama jenis-jenis Leuconostoc dan Lactobacillus, dapat tumbuh cepat dengan adanya garam dan terbentuknya asam untuk menghambat organisme yang tidak dikehendaki. Garam juga mempengaruhi aktivitas air (aw) dari bahan, jadi mengembalikan pertumbuhan mikroorganisme dengan suatu metoda yang bebas dari pengaruh racunnya. Beberapa organisme seperti bakteri halofilik dapat tumbuh dalam larutan garam yang hampir jenuh, tetapi mikroorganisme ini membutuhkan waktu penyimpanan yang lama untuk tumbuh dan selanjutnya terjadi pembusukan.

Baca lebih lanjut

5 Komentar

Filed under agrobisnis, Belajar, Cepu, kemasan, Pengetahuan, ukm

Lomba Cipta Menu Ibu Hamil

Blora, 18 November 2009

Lomba ini diikuti oleh perwakilan dari semua Tim Penggerak PKK Kecamatan se-Kabupaten Blora serta perwakilan dari 10 Organisasi Wanita se-Kabupaten Blora. Diselenggarakan atas kerja sama antara Kantor Ketahanan Pangan dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora, dalam rangka memperingati Hari Pangan se-Dunia yang ke-29, Hari Jadi Blora yang ke-260, dan Hari Kesatuan Gerak PKK yang ke-37. Titik berat dari kegiatan ini adalah untuk memasyarakatkan dan membiasakan mengkonsumsi beraneka menu yang memanfaatkan bahan pangan non beras yang ada di sekitar tempat tinggal. Kecamatan Cepu pun tidak ketinggalan untuk berpartisipasi dalam lomba ini.

Acara ini diselenggarakan di Gedung Serba Guna – Sasana Bhakti, sebelah utara Alun-alun Blora. Jumlah peserta lomba sebanyak 26 peserta. Peserta mulai melakukan aktifitas pukul 08.00 wib. Masing-masing peserta dibagi menjadi 2 tim, memasak di dalam gedung dan menata meja di teras gedung. Waktu yang disediakan panitia untuk menyelesaikan semua pekerjaan adalah 2 jam. Sambil melakukan pekerjaan para peserta dihibur oleh penampilan one man Keyboard dengan penyanyi dari ibu-ibu anggota TP PKK.Semua peserta tampak sibuk mempersiapkan menu dan hidangannya. Panitia memberikan aturan bahwa harga bahan menu yang disajikan tidak boleh lebih dari Rp. 40.000.

Dewan juri pun tampak memperhatikan cara memasak sampai kebersihan area memasak. Setelah mereka selesai diharapkan untuk merapikan peralatan dan membersihkan area memasak, karena hal tersebut juga termasuk kriteria penilaian.

Pukul 10.00, waktu yang disediakan oleh panitia telah selesai. Semua peserta juga diharapkan untuk segera mempersiapkan diri untuk penilaian. Kriteria penilaian adalah kreatifitas bahan, rasa makanan, kandungan gizi, serta kebersihan makanan. Dewan juri terdiri dari 3 orang yang berasal dari Dinas Kesehatan, TP PKK, dan Praktisi Kuliner. Penilaian memakan waktu yang cukup lama, karena dewan juri harus mendatangi dan mencicipi masakan di tiap-tiap meja. Setelah semua meja selesai dinilai, para anggota dewan juri melakukan rapat untuk menentukan siapa yang terbaik.

Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under Agenda Kegiatan, Agenda Masyarakat, Berita, Cepu