Category Archives: Tips

Racun Dalam Kemasan Makanan dan Mainan Anak

Zat-zat kimia yang membahayakan kesehatan sangat banyak di sekeliling kita, misalnya plastik sebagai bahan pengemas makanan kebanyakan palstik seperti PVC, agar tidak bersifat kaku dan rapuh ditambahkan dengan suatu bahan pelembut (plasticizers). Bahan pelembut ini kebanyakan terdiri atas kumpulan ftalat (senyawa ester turunan dari asam ftalat). Beberapa contoh pelembut adalah epoxidized soybean oil (ESBO), diethyl hexyl adipate (DEHA), dan bifenil polychlorin (PCB) yang digunakan dalam industri pengepakan dan pemrosesan makanan, acetyl tributyl citrate (ATBC) dan diethyl hexyl pthalate (DEHP) yang digunakan dalam industri pengepakan film. Bahan pelembut ini membahayakan kesehatan. Sebagai contoh, penggunaan PCB sekarang sudah dilarang karena dapat menimbulkan kanker pada manusia (karsinogenik). Di Jepang, keracunan PCB menimbulkan penyakit yang disebut yusho. Tanda dan gejala dari keracunan ini berupa pigmentasi pada kulit dan benjolan-benjolan, gangguan pada perut, serta tangan dan kaki lemas. Pada wanita hamil, mengakibatkan kematian bayi dalam kandungan serta bayi lahir cacat.

Contoh lain bahan pelembut yang berbahaya adalah DEHA. Berdasarkan penelitian di amerika, DEHA dapat mengkontaminasi makanan. Baca lebih lanjut

3 Komentar

Filed under kemasan, Kesehatan, Pengetahuan, Tips

Bengkuang

Tanaman bengkuang atau Pachyrrhizus erosus dikenal baik oleh masyarakat kita. Umbi tanaman bengkuang biasa dimanfaatkan sebagai buah atau bagian dari beberapa jenis masakan. Umbi tersebut bisa dimakan segar, dibuat rujak, ataupun asinan. Selain itu, tanaman bengkuang sering juga ditanam sebagai pupuk hijau atau untuk penutup tanah di perkebunan teh.

Bengkuang ternyata memiliki khasiat sebagai obat. Kegunaan bengkuang antara lain untuk mengatasi penyakit kulit, diabetes, demam, eksim, sariawan, dan wasir.

Bengkuang merupakan tanaman terna yang merambat dan dibudidayakan untuk diambil umbinya. Umbi akarnya berwarna putih, berbentuk gasing, dan kulitnya mudah dikupas. Untuk memperoleh umbi yang baik, bunganya harus selalu dibuang.

Setelah satu sampai tiga minggu ditanam, biji akan mulai berkecambah. Umumnya bengkuang dipanen ketika berumur enam sampai sebelas bulan.

Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under agrobisnis, Kesehatan, kuliner, Pengetahuan, perkebunan, produk unggulan, Tanaman Obat, Tips

Amankah Botol Plastik yang Anda Pakai?

Dapatkah Anda hidup tanpa plastik? Di zaman sekarang ini, sulit melepaskan diri dari produk-produk yang berbau serbakimia. Selain makanan, tengoklah produk wadah makanan dan minuman yang beraneka warna dan bentuk.

Menarik memang beragam produk kemasan yang ditawarkan, tapi jika tak hati-hati memilih, bisa jadi justru akan merugikan kesehatan Anda sekeluarga. Apalagi, manifestasinya kadang baru terlihat setelah jangka panjang. Artinya, Anda sekeluarga tidak akan merasakan dampak negatifnya dalam waktu dekat.
Baca lebih lanjut

3 Komentar

Filed under kemasan, Kesehatan, Pengetahuan, Tips

Tips Menambah Tinggi Badan

Buat yang usianya di atas 23 tahun, jangan berharap bahwa tinggi badan anda bisa bertambah lagi. Kemungkinan itu sangat kecil. Biasanya pertumbuhan tinggi badan berakhir pada usia 18-23 tahun. Tergantung bermacam-macam faktor.  Tinggi badan dipengaruhi oleh banyak faktor. Bisa dari faktor keturunan, makanan, olahraga, dan sebagainya. Orang yang punya orang tua tinggi, besar kemungkinan dia juga akan tinggi. Sebaliknya jika orang tuanya pendek/kuntet, kemungkinan dia juga pendek.

Faktor makanan juga berpengaruh. Makanlah makanan 4 sehat 5 sempurna dengan karbohidrat (nasi, kentang, dsb), lauk (daging, tahu, dsb), sayur, buah-buahan ditambah dengan susu minimal segelas setiap hari. Susu banyak mengandung kalsium yang bermanfaat bagi pembentukan tulang. Jika kita lihat, bayi/balita yang mengkonsumsi susu pertumbuhan tinggi badannya begitu cepat.

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Kesehatan, Pengetahuan, Tips

Rosela – Tanaman Hias Berkhasiat

Tanaman rosela ternyata memiliki manfaat ganda, selain bisa digunakan sebagai tanaman hias, tanaman ini juga bisa untuk tanaman obat yang berfungsi untuk mengobati berbagai macam penyakit. Penampilan fisik tanaman ini memang cukup menarik. Bentuk bunganya terkesan kuncup dan sedikit mekar di ujung kelopak bunga, hampir serupa dengan bunga tulip. Warnanya merah darah dan saat umurnya telah agak tua, warnanya pun berubah menjadimerah maron. Berbeda dengan bunga mawar, melati, anggrek dan bunga-bungan hias lainnya, kelopak bunga rosela tergolong cukup keras dan tidak mudah rontok. Ini tentu menjadi kelebihan tersedia dari tanaman ini. Sebagai tanaman hias, tanaman ini tidak mudah rusak dan dapat lebih lama mempertahankan keindahannya menghiasi kebun. Karena mudah dikembangkan, tidaklah mengherankan jika selama ini rosela banyak ditanam di kebun-kebun ataupun dalam pot. Cukup dengan menabur benihnya dalam tanah yang telah diberi pupuk, dalam waktu lima bulan kemudian, tanaman ini sedah bisa dilihat hasilnya. Dari satu benih yang ditanam bisa menghasilkan satu rumpun tanaman rosela, hal ini mempermudah perbanyakan tanaman yang bermanfaat sebagai tanaman obat tersebut. Baca lebih lanjut

3 Komentar

Filed under agrobisnis, Belajar, Kesehatan, Pengetahuan, perkebunan, potensi daerah, produk unggulan, Tanaman Obat, Tips, ukm, UMKM

Tips tentang Produk Beku

Jika berbelanja di supermarket, tentulah kita akan mendapatkan beberapa produk dalam kondisi beku (frozen) yang dijual disana. Keuntungan menggunakan produk beku selain dalam pengolahannya lebih sederhana karena produk sudah bersih, harga juga relatif murah, terutama untuk produk musiman yang dibekukan pada saat musim panen ketika harga murah sehingga harganya relatif murah dibandingkan produk segar. Kualitas produk beku lebih konsisten dan keamanan makanan juga lebih terjamin karena produk ini selalu dibekukan dalam keadaan segar.

Pembekuan adalah proses mengawetkan produk makanan dengan cara hampir seluruh kandungan air dalam produk menjadi es. Keadaan beku menyebabkan aktivitas mikrobiologi dan enzim terhambat sehingga daya simpan produk menjadi panjang. Jenis pembekuan terbagi menjadi dua golongan yaitu pembekuan cepat (quick freezing) dan pembekuan lambat (slow freezing).

Pada pembekuan cepat, produk yang dibekukan mempunyai kristal es yang halus. Saat dicairkan, air yang terbentuk akan diserap kembali oleh jaringan makanan dan hanya sedikit yang lolos menjadi tetesan air. Sedangkan pada proses pembekuan lambat akan menghasilkan kristal es yang besar dan tajam yang akan lolos sebagai tetesan air pada waktu pencairan. Tetesan air ini akan menyebabkan sari makanan lebih banyak terbuang dan mengurangi kandungan gizi makanan.

Tips Menyimpan Produk Beku
Pastikan produk masih dalam keadaan beku saat disimpan di lemari pembeku (freezer) Anda. Jangan membekukan kembali produk yang sudah dicairkan. Segeralah masak produk yang sudah dicairkan untuk mencegah berkembangnya bakteri di dalam produk.

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Tips

Tips Menggunakan Obat

Ketika seseorang mendapatkan obat dari apotik berdasarkan resep dokter, seakan-akan menggunakannya nampak mudah. Namun bukan tidak mungkin penderita menjadi kebingungan sesampainya di rumah. Terlebih jika yang mengambil obat bukan penderita, sehingga informasi yang diberikan oleh petugas apotik kepada pengambil obat (keluarga atau orang lain) tidak diterima secara utuh oleh penderita.  Hal yang sama dapat terjadi juga pada penderita anak-anak manakala yang mengambil obat bukan orang tuanya sendiri. Boleh jadi informasi yang diterima orang tua si anak tidak lengkap sebagaimana penjelasan dari petugas apotik.

Apapun bentuk obat yang diberikan dokter, seyogyanya para pasien (keluarganya) memperhatikan dan memahami tata cara penggunaan obat sebelum menggunakannya. Untuk itu, tak ada salahnya kita simak garis-garis besar Tips Menggunakan Obat sebagai berikut:

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Kesehatan, Tips

Pertolongan Pertama Atasi Keracunan

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Pun begitu dalam pencegahan keracunan. Menjaga kebersihan bahan makanan adalah salah satu cara menghindar dari keracunan. Cara termudah adalah selalu mencuci bahan makanan sebelum diolah.

Meski sudah serba bersih, tak urung, kita bisa saja kecolongan. Tanpa kita tahu sebabnya, tiba-tiba ada saja orang yang keracunan setelah menyantap hidangan yang kita olah. Jika itu terjadi, ada, baiknya, kita semua harus tahu bagaimana menolong korban keracunan.

Meski ini sifatnya sementara, “Pertolongan pertama bisa membantu kondisi pasien, sebelum dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ajar Eddy Setyo Mudjajanto, Ahli Keamanan Pangan dari Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (IPB). Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Kesehatan, Tips