Category Archives: potensi daerah

PENILAIAN MAKANAN KHAS CEPU

Selasa, 21 Juli 2010 merupakan hari kebahagiaan tersendiri bagi. Kelompok Wanita Tani (KWT) Budi Rahayu, kelurahan Ngroto, Kecamatan Cepu. Sebab mereka kedatangan Tim Penilai Lomba Kelompok Wanita Tani Propinsi Jawa Tengah, dari Dinas Ketahanan Pangan Blora dan Ketahanan  Pangan Jawa Tengah.
Meski ngroto berada di perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa timur, dalam hal membuat masakan khas daerah tetap perlu diperhitungkan. KWT Budi Rahayu ditunjuk mewakili Kabupaten Blora untuk Lomba Masak Tingkat Propinsi yang nantinya akan bertanding dengan wilayah lainnya seperti  Tegal, Pemalang, Demak, Brebes dan lain sebagainya.
Adapun makanan khas Cepu yang menjadi andalan KWT Budi Rahayu terdiri dari: eggroll waluh (labu kuning), brownis singkong, keripik singkong, kue lumpur waluh, kue lumpur ubi jalar, kroket talas, dan lain sebagainya.Hasil pertanian dipilih oleh KWT Budi Rahayu bertujuan agar nilai ekonomis yang dihasilkan dari hasil pertanian tersebut bernilai jual tinggi sehingga meningkatkan hasil perekonomian masyarakat.
Selain dihadiri oleh Dinas Katahanan Pangan, camat Cepu juga tidak mau ketingalan untuk memajukan wilayah Cepu hingga tingkat Nasional. Camat Cepu berharap agar kelurahan Ngroto bisa memenangkan perlombaan ini, dan bisa bertatap muka dengan Presiden RI untuk menerima piagam penghargaan di Ibu Kota Jakarta.
“Lomba makanan daerah ini merupakan salah satu rangkaian HUT RI 17 Agustus mendatang, sekaligus mengembangkan inovasi dan meningkatkan perekonomian masyarakat Cepu dan sekitarnya, khususnya wanita-wanita yang ada di wilayah Cepu”, ujar Bapak Akhadurokim dari Dinas Ketahanan Pangan Blora. Baca lebih lanjut

Iklan

5 Komentar

Filed under Berita, Cepu, Indonesia, Jawa Tengah, kuliner, pertanian, potensi daerah, produk unggulan, UMKM

Rosela – Tanaman Hias Berkhasiat

Tanaman rosela ternyata memiliki manfaat ganda, selain bisa digunakan sebagai tanaman hias, tanaman ini juga bisa untuk tanaman obat yang berfungsi untuk mengobati berbagai macam penyakit. Penampilan fisik tanaman ini memang cukup menarik. Bentuk bunganya terkesan kuncup dan sedikit mekar di ujung kelopak bunga, hampir serupa dengan bunga tulip. Warnanya merah darah dan saat umurnya telah agak tua, warnanya pun berubah menjadimerah maron. Berbeda dengan bunga mawar, melati, anggrek dan bunga-bungan hias lainnya, kelopak bunga rosela tergolong cukup keras dan tidak mudah rontok. Ini tentu menjadi kelebihan tersedia dari tanaman ini. Sebagai tanaman hias, tanaman ini tidak mudah rusak dan dapat lebih lama mempertahankan keindahannya menghiasi kebun. Karena mudah dikembangkan, tidaklah mengherankan jika selama ini rosela banyak ditanam di kebun-kebun ataupun dalam pot. Cukup dengan menabur benihnya dalam tanah yang telah diberi pupuk, dalam waktu lima bulan kemudian, tanaman ini sedah bisa dilihat hasilnya. Dari satu benih yang ditanam bisa menghasilkan satu rumpun tanaman rosela, hal ini mempermudah perbanyakan tanaman yang bermanfaat sebagai tanaman obat tersebut. Baca lebih lanjut

3 Komentar

Filed under agrobisnis, Belajar, Kesehatan, Pengetahuan, perkebunan, potensi daerah, produk unggulan, Tanaman Obat, Tips, ukm, UMKM

Sukun Sebagai Cadangan Pangan Alternatif

Tanaman sukun, Artocarpus altilis Park. dapat digolongkan menjadi sukun yang berbiji disebut breadnut dan yang tanpa biji disebut breadfruit. Sukun tergolong tanaman tropik sejati, tumbuh paling baik di dataran rendah yang panas. Tanaman ini tumbuh baik di daerah basah, tetapi juga dapat tumbuh di daerah yang sangat kering asalkan ada air tanah dan aerasi tanah yang cukup. Sukun bahkan dapat tumbuh baik di pulau karang dan di pantai. Di musim kering, disaat tanaman lain tidak dapat atau merosot produksinya, justru sukun dapat tumbuh dan berbuah dengan lebat. Tidak heran, jika sukun dijadikan sebagai salah satu cadangan pangan nasional.

Sukun dapat dijadikan sebagai pangan alternatif karena keberadaannya tidak seiring dengan pangan konvensional (beras), artinya keberadaan pangan ini dapat menutupi kekosongan produksi pangan konvensional. Sukun dapat dipakai sebagai pangan alternatif pada bulan-bulan Januari, Pebruari dan September, dimana pada bulan-bulan tersebut terjadi paceklik padi. Musim panen sukun dua kali setahun. Panen raya bulan Januari – Februari dan panen susulan pada bulan Juli – Agustus.

Di Indonesia, daerah penyebaran hampir merata di seluruh daerah, terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mengingat penyebaran sukun terdapat di sebagian besar kepulauan Indonesia, serta jarang terserang hama dan penyakit yang membahayakan, maka hal ini memungkinkan sukun untuk dikembangkan.

Baca lebih lanjut

4 Komentar

Filed under agrobisnis, Pengetahuan, perkebunan, pertanian, potensi daerah

Dana Bantuan UKM Baru Terserap 20 Persen

Deputi Menneg BUMN, Ir Muchayat mengemukakan bahwa saat ini dana bantuan untuk pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di perbankan baru terserap 20 hingga 25 persen.

“Jadi banyak yang belum terserap. Ini karena UMKM tidak siap menerima dana itu. Ini merupakan salah satu masalah yang dihadapi UMKM saat ini,” katanya pada Anugerah UK Berprestasi 2007 dari Harian Bisnis Indonesia di Surabaya, Sabtu malam. Menurut alumni ITS yang juga mantan Ketua Kadinda Jatim itu, masalah lain yang menghambat perkembangan UMKM adalah terlalu banyaknya regulasi sehingga keberadaannya “mengunci” perkembangan ekonomi UMKM.

Pada kesempatan itu ia mengemukakan bahwa di sektor pembangunan, dana yang terserap sampai saat juga baru sekitar 20 persen karena terlalu banyaknya regulasi sehingga semua pihak ingin mengatur. Sementara Deputi Menneg Koperasi dan UKM, Marsudi Rahajo mengemukakan bahwa saat ini ada 44,98 juta UKM di Indonesia yang kualitasnya masih “jongkok”. “Makanya keberadaan UKM ini harus ditingkatkan karena usaha ini sangat strategis untuk pemerataan pendapatan. Keberadaan UKM harus diberdayakan secara terintegrasi, termasuk usaha mikro yang jumlahnya jauh lebih besar lagi,” katanya.

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, potensi daerah, ukm, UMKM

Bupati Mojokerto Melakukan Video Call dengan Cepu Telecenter

Kamis, 11 Maret 2010. Dalam rangka Pengukuhan Koperasi Wanita Desa di Kabupaten Mojokerto.

Pentingnya peran koperasi dalam membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat mendapat perhatian dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur melalui Pemerintah Daerah Kabupaten Mojokerto. Hal ini terlihat pada diberikannya bantuan kepada 134 Koperasi Wanita (kopwan) oleh Bupati Mojokerto, Drs. H. Suwandi, MM.

Seluruh Kopwan yang terbentuk pada 2009 ini mendapatkan bantuan Rp. 25 juta. ”Dana tersebut diharapkan tak hanya digunakan untuk simpan pinjam saja, tetapi juga untuk fasilitator usaha kecil menengah di desa setempat yang butuh dukungan pengembangan,” sambut Bupati. Jumlah yang ada saat ini masih sebagian dari target yang akan dilaksanakan pada program selanjutnya yaitu sebanyak 304 kopwan yang ada di seluruh desa/kelurahan di Kab. Mojokerto. ”Dengan begitu, diharapkan seluruh desa bisa memanfaatkan dana yang ada di kopwan agar para wanita bisa berkreasi dalam mendukung perekonomian keluarga,” tambah Bupati. Kopwan ini dibentuk dari kelompok-kelompok perempuan yang ada di desa/kelurahan seperti kelompok PKK, UPPKS, KUBE, dan kelompok ekonomi lainnya dengan jumlah minimal 20 orang.

Sebagai Tenaga Pendamping telah ditunjuk Pusat Koperasi Wanita Jawa Timur (Puskowanjati) melalui Koperasi Wanita Kencono Wungu sebagai kepanjangan tangannya di daerah Kabupaten Mojokerto. Sebelum kegiatan tersebut dimulai, Bupati mengadakan Video Call dengan Kopwan Kencono Wungu Kec. Dlanggu dan Kopwan Mandiri Cepu. Kedua Kopwan ini merupakan sebagian dari penerima Hibah Proyek Kerjasama antara The World Bank dengan Puskowanjati, berupa pendirian Telecenter. Salah satu kegunaan dari Telecenter inilah yang didemonstrasikan melalui Video Call. Selain itu fungsi lain dari Telecenter adalah sebagai sarana antar anggota koperasi dalam mengkomunikasikan kegiatan untuk mengembangkan kegiatannya.

Bapak Suwandi, Bupati Mojokerto, sedang melakukan persiapan Video Call dengan Telecenter Kencono Wungu dan Telecenter Wanita Mandiri Cepu

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Agenda Cepu Telecenter, Berita, Cepu, Koperasi, potensi daerah

Pertemuan Rutin Gapoktan dan KWT Kecamatan Cepu

20 Januari 2010, pukul 11.00 bertempat di Kantor UPTD Pertanian Cepu diadakan pertemuan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) dan KWT (Kelompok Wanita Tani) Kecamatan Cepu. Yang dibuka oleh Bapak Rodhi selaku Kepala UPTD Pertanian Cepu.

Bapak Rodhi - Kepala UPTD Pertanian Kecamatan CepuDalam sambutannya beliau menyampaikan dua hal penting. Pertama tentang masalah distribusi pupuk yang pada tahun 2010 ini diambil alih oleh KUD Jiken. Harga pupuk urea sendiri masih tetap sama, dan nantinya dari KUD Jiken langsung ke pengecer, jadi kelompok-kelompok tani diharapkan bisa langsung berkoordinasi dengan pengecer.

Kedua mengenai tindak lanjut dari program KID (Komite Investasi Desa) periode 2004-2007. KID tersebut dibagi menjadi dua tahap, tahap pertama yaitu tahun 2004-2006 (sudah selesai) diwajibkan membuat laporan pertanggungjawaban tentang hasil panen apakah ada peningkatan atau tidak, dan Kelompok Wanita Taninya bagaimana produksi dan pemasaran produknya. Sedangkan tahap yang kedua adalah tahun 2007 (sedang berjalan), juga diwajibkan membuat laporan serupa.

Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Agenda Kegiatan, Agenda Masyarakat, agrobisnis, Berita, Cepu, pertanian, potensi daerah, ukm, UMKM