Category Archives: agrobisnis

Bengkuang

Tanaman bengkuang atau Pachyrrhizus erosus dikenal baik oleh masyarakat kita. Umbi tanaman bengkuang biasa dimanfaatkan sebagai buah atau bagian dari beberapa jenis masakan. Umbi tersebut bisa dimakan segar, dibuat rujak, ataupun asinan. Selain itu, tanaman bengkuang sering juga ditanam sebagai pupuk hijau atau untuk penutup tanah di perkebunan teh.

Bengkuang ternyata memiliki khasiat sebagai obat. Kegunaan bengkuang antara lain untuk mengatasi penyakit kulit, diabetes, demam, eksim, sariawan, dan wasir.

Bengkuang merupakan tanaman terna yang merambat dan dibudidayakan untuk diambil umbinya. Umbi akarnya berwarna putih, berbentuk gasing, dan kulitnya mudah dikupas. Untuk memperoleh umbi yang baik, bunganya harus selalu dibuang.

Setelah satu sampai tiga minggu ditanam, biji akan mulai berkecambah. Umumnya bengkuang dipanen ketika berumur enam sampai sebelas bulan.

Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under agrobisnis, Kesehatan, kuliner, Pengetahuan, perkebunan, produk unggulan, Tanaman Obat, Tips

Rosela – Tanaman Hias Berkhasiat

Tanaman rosela ternyata memiliki manfaat ganda, selain bisa digunakan sebagai tanaman hias, tanaman ini juga bisa untuk tanaman obat yang berfungsi untuk mengobati berbagai macam penyakit. Penampilan fisik tanaman ini memang cukup menarik. Bentuk bunganya terkesan kuncup dan sedikit mekar di ujung kelopak bunga, hampir serupa dengan bunga tulip. Warnanya merah darah dan saat umurnya telah agak tua, warnanya pun berubah menjadimerah maron. Berbeda dengan bunga mawar, melati, anggrek dan bunga-bungan hias lainnya, kelopak bunga rosela tergolong cukup keras dan tidak mudah rontok. Ini tentu menjadi kelebihan tersedia dari tanaman ini. Sebagai tanaman hias, tanaman ini tidak mudah rusak dan dapat lebih lama mempertahankan keindahannya menghiasi kebun. Karena mudah dikembangkan, tidaklah mengherankan jika selama ini rosela banyak ditanam di kebun-kebun ataupun dalam pot. Cukup dengan menabur benihnya dalam tanah yang telah diberi pupuk, dalam waktu lima bulan kemudian, tanaman ini sedah bisa dilihat hasilnya. Dari satu benih yang ditanam bisa menghasilkan satu rumpun tanaman rosela, hal ini mempermudah perbanyakan tanaman yang bermanfaat sebagai tanaman obat tersebut. Baca lebih lanjut

3 Komentar

Filed under agrobisnis, Belajar, Kesehatan, Pengetahuan, perkebunan, potensi daerah, produk unggulan, Tanaman Obat, Tips, ukm, UMKM

Sukun Sebagai Cadangan Pangan Alternatif

Tanaman sukun, Artocarpus altilis Park. dapat digolongkan menjadi sukun yang berbiji disebut breadnut dan yang tanpa biji disebut breadfruit. Sukun tergolong tanaman tropik sejati, tumbuh paling baik di dataran rendah yang panas. Tanaman ini tumbuh baik di daerah basah, tetapi juga dapat tumbuh di daerah yang sangat kering asalkan ada air tanah dan aerasi tanah yang cukup. Sukun bahkan dapat tumbuh baik di pulau karang dan di pantai. Di musim kering, disaat tanaman lain tidak dapat atau merosot produksinya, justru sukun dapat tumbuh dan berbuah dengan lebat. Tidak heran, jika sukun dijadikan sebagai salah satu cadangan pangan nasional.

Sukun dapat dijadikan sebagai pangan alternatif karena keberadaannya tidak seiring dengan pangan konvensional (beras), artinya keberadaan pangan ini dapat menutupi kekosongan produksi pangan konvensional. Sukun dapat dipakai sebagai pangan alternatif pada bulan-bulan Januari, Pebruari dan September, dimana pada bulan-bulan tersebut terjadi paceklik padi. Musim panen sukun dua kali setahun. Panen raya bulan Januari – Februari dan panen susulan pada bulan Juli – Agustus.

Di Indonesia, daerah penyebaran hampir merata di seluruh daerah, terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mengingat penyebaran sukun terdapat di sebagian besar kepulauan Indonesia, serta jarang terserang hama dan penyakit yang membahayakan, maka hal ini memungkinkan sukun untuk dikembangkan.

Baca lebih lanjut

4 Komentar

Filed under agrobisnis, Pengetahuan, perkebunan, pertanian, potensi daerah

Sorghum

TENTANG TANAMAN SORGHUM

Sorgum (Sorghum bicolor L.) adalah tanaman serealia yang potensial untuk dibudidayakan dan dikembangkan, khususnya pada daerah-daerah marginal dan kering di Indonesia. Keunggulan sorgum terletak pada daya adaptasi agroekologi yang luas, tahan terhadap kekeringan, produksi tinggi, perlu input lebih sedikit serta lebih tahan terhadap hama dan penyakit dibading tanaman pangan lain. Selain itu, tanaman sorgum memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, sehingga sangat baik digunakan sebagai sumber bahan pangan maupun pakan ternak alternatif. Tanaman sorgum telah lama dan banyak dikenal oleh petani Indonesia khususnya di daerah Jawa, NTB dan NTT. Di Jawa sorgum dikenal dengan nama Cantel, dan biasanya petani menanamnya secara tumpang sari dengan tanaman pangan lainnya. Produksi sorgum Indonesia masih sangat rendah, bahkan secara umum produk sorgum belum tersedia di pasar-pasar.

KEGUNAAN TANAMAN SORGHUM

Di banyak negara biji sorgum digunakan sebagai bahan pangan, pakan ternak dan bahan baku industri. Sebagai bahan pangan dunia, sorgum berada pada urutan ke-5 setelah gandum, padi, jagung dan barley (ICRISAT/FAO, 1996). Di negara maju biji sorgum digunakan sebagai pakan ternak unggas sedang batang dan daunnya untuk ternak ruminansia. Biji sorgum juga merupakan bahan baku industri seperti industri etanol, bir, wine, sirup, lem, cat dan modifikasi pati (modified starch). Terkait dengan energi, di beberapa negara seperti Amerika, India dan Cina, sorgum telah digunakan sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar etanol (bioetanol). Secara tradisional, bioetanol telah lebih lama diproduksi dari molases hasil limbah pengolahan gula tebu (sugarcane). Walaupun harga molases tebu relatif lebih murah, namun bioetanol sorgum dapat berkompetisi mengingat beberapa kelebihan tanaman sorgum dibanding tebu antara lain sebagai berikut:

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under agrobisnis, Jawa Tengah, Pengetahuan, perkebunan, pertanian

Pertemuan Rutin Gapoktan dan KWT Kecamatan Cepu

20 Januari 2010, pukul 11.00 bertempat di Kantor UPTD Pertanian Cepu diadakan pertemuan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) dan KWT (Kelompok Wanita Tani) Kecamatan Cepu. Yang dibuka oleh Bapak Rodhi selaku Kepala UPTD Pertanian Cepu.

Bapak Rodhi - Kepala UPTD Pertanian Kecamatan CepuDalam sambutannya beliau menyampaikan dua hal penting. Pertama tentang masalah distribusi pupuk yang pada tahun 2010 ini diambil alih oleh KUD Jiken. Harga pupuk urea sendiri masih tetap sama, dan nantinya dari KUD Jiken langsung ke pengecer, jadi kelompok-kelompok tani diharapkan bisa langsung berkoordinasi dengan pengecer.

Kedua mengenai tindak lanjut dari program KID (Komite Investasi Desa) periode 2004-2007. KID tersebut dibagi menjadi dua tahap, tahap pertama yaitu tahun 2004-2006 (sudah selesai) diwajibkan membuat laporan pertanggungjawaban tentang hasil panen apakah ada peningkatan atau tidak, dan Kelompok Wanita Taninya bagaimana produksi dan pemasaran produknya. Sedangkan tahap yang kedua adalah tahun 2007 (sedang berjalan), juga diwajibkan membuat laporan serupa.

Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Agenda Kegiatan, Agenda Masyarakat, agrobisnis, Berita, Cepu, pertanian, potensi daerah, ukm, UMKM

PENGAWETAN PANGAN DENGAN GARAM, ASAM, GULA DAN BAHAN PENGAWET KIMIA – Bagian 2

GULA

Gula terlibat dalam pengawetan dan pembuatan aneka ragam produk-produk makanan. Beberapa diantaranya yang biasa dijumpai termasuk selai, jeli, marmalade, sari buah pekat, sirup buah-buhan, buah-buahan bergula, umbi dan kulit, buah-buahan beku dalam sirup, acar manis, chutney, susu kental manis, madu.
Walaupun gula sendiri mampu untuk memberi stabilitas mikroorganisme pada suatu produk makanan jika diberikan dalam konsentrasi yang cukup (di atas 70% padatan terlarut biasanya dibutuhkan), ini pun umum bagi gula untuk dipakai sebagai salah satu kombinasi dari teknik pengawetan bahan pangan. Kadar gula yang tinggi bersama dengan kadar asam yang tinggi (pH rendah), perlakukan dengan pasteurisasi secara pemanasan, penyimpanan pada suhu rendah, dehidrasi dan bahan-bahan pengawet kimia (seperti belerangdioksida, asam benzoat) merupakan teknik-teknik pengawetan pangan yang penting.

Apabila gula ditambahkan ke dalam bahan pangan dalam konsentrasi yang tinggi (paling sedikit 40% padatan terlarut) sebagian dari air yang ada menjadi tidak tersedia untuk pertumbuhan mikroorganisme dan aktivitas air (aw) dari bahan pangan berkurang. Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under agrobisnis, Belajar, kuliner, Pengetahuan, pertanian, ukm, UMKM

PENGAWETAN PANGAN DENGAN GARAM, ASAM, GULA DAN BAHAN PENGAWET KIMIA – Bagian 1

GARAM DAN ASAM

Garam dipergunakan manusia sebagai salah satu metoda pengawetan pangan yang pertama dan masih dipergunakan secara luas untuk mengawetkan berbagai macam makanan. Demikian pula, pengasaman pangan telah dipergunakan secara luas, sebelum perannya sebagai penghambat kerusakan dipahami. Pengasapan dan pengeringan telah juga digunakan secara luas dalam kombinasinya dengan garam, terutama untuk produk-produk daging dan ikan.

Garam dan asam dipergunakan secara luas dalam pengawetan produk-produk sayuran, di mana mentimun, kubis dan bawang merupakan contoh-contoh yang penting di masyarakat Barat. Garam adalah bahan yang sangat penting dalam pengawetan ikan, daging dan bahan pangan lainnya di Indonesia.

Sifat-Sifat Antimikroorganisme dari Garam dan Asam

Garam memberi sejumlah pengaruh bila ditambahkan pada jaringan tumbuh-tumbuhan yang segar. Pertama-tama garam akan berperan sebagai penghambat selektif pada mikroorganisme pencemar tertentu. Mikroorganisme pembusuk atau proteolitik dan juga pembentuk spora, adalah yang paling mudah terpengaruh walau dengan kadar garam yang rendah sekalipun (yaitu sampai 6%). Mikroorganisme patogenik, termasuk Clostridium botulinum dengan pengecualian pada Streptococcus aureus, dapat dihambat oleh konsentrasi garam sampai 10-12%. Walaupun begitu, beberapa mikroorganisme terutama jenis-jenis Leuconostoc dan Lactobacillus, dapat tumbuh cepat dengan adanya garam dan terbentuknya asam untuk menghambat organisme yang tidak dikehendaki. Garam juga mempengaruhi aktivitas air (aw) dari bahan, jadi mengembalikan pertumbuhan mikroorganisme dengan suatu metoda yang bebas dari pengaruh racunnya. Beberapa organisme seperti bakteri halofilik dapat tumbuh dalam larutan garam yang hampir jenuh, tetapi mikroorganisme ini membutuhkan waktu penyimpanan yang lama untuk tumbuh dan selanjutnya terjadi pembusukan.

Baca lebih lanjut

5 Komentar

Filed under agrobisnis, Belajar, Cepu, kemasan, Pengetahuan, ukm

Pelatihan Kemasan Pangan untuk UKM

Senin, 21 Desember 2009

Bertempat di kantor PPL Pertanian Kecamatan Cepu, dalam acara pertemuan rutin KWT (Kelompok Wanita Tani) dan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Kecamatan CEPU.

Kami memberikan pelatihan tentang “Kemasan Pangan untuk UKM”, acara ini dihadiri oleh 15 orang dari 12 kelurahan yang ada di Kecamatan Cepu, dimulai pukul 11.00 sampai selesai. Pelatihan ini kami berikan dengan tujuan bahwa para pemilik UKM mengetahui betapa penting memperhatikan bagaimana pengemasan produk mereka.

Pengemasan sendiri bermaksud untuk melindungi produk dari kerusakan (fisik) dan memudahkan dalam pengangkutan dan distribusi. Selain itu pengemasan yang menarik juga bisa memberikan nilai tambah terhadap produk yang ditawarkan serta dapat menimbulkan minat para konsumen untuk membeli.

Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Agenda Cepu Telecenter, Agenda Kegiatan, agrobisnis, Belajar, Berita, Cepu, kemasan, Pelatihan, pertanian, ukm, UMKM