Racun Dalam Kemasan Makanan dan Mainan Anak

Zat-zat kimia yang membahayakan kesehatan sangat banyak di sekeliling kita, misalnya plastik sebagai bahan pengemas makanan kebanyakan palstik seperti PVC, agar tidak bersifat kaku dan rapuh ditambahkan dengan suatu bahan pelembut (plasticizers). Bahan pelembut ini kebanyakan terdiri atas kumpulan ftalat (senyawa ester turunan dari asam ftalat). Beberapa contoh pelembut adalah epoxidized soybean oil (ESBO), diethyl hexyl adipate (DEHA), dan bifenil polychlorin (PCB) yang digunakan dalam industri pengepakan dan pemrosesan makanan, acetyl tributyl citrate (ATBC) dan diethyl hexyl pthalate (DEHP) yang digunakan dalam industri pengepakan film. Bahan pelembut ini membahayakan kesehatan. Sebagai contoh, penggunaan PCB sekarang sudah dilarang karena dapat menimbulkan kanker pada manusia (karsinogenik). Di Jepang, keracunan PCB menimbulkan penyakit yang disebut yusho. Tanda dan gejala dari keracunan ini berupa pigmentasi pada kulit dan benjolan-benjolan, gangguan pada perut, serta tangan dan kaki lemas. Pada wanita hamil, mengakibatkan kematian bayi dalam kandungan serta bayi lahir cacat.

Contoh lain bahan pelembut yang berbahaya adalah DEHA. Berdasarkan penelitian di amerika, DEHA dapat mengkontaminasi makanan. DEHA mempunyai aktivitas mirip dengan hormon estrogen. Berdasarkan hasil uji pada hewan, DEHA dapat merusak fungsi peranakan dan menghasilkan janin yang cacat, selain mengakibatkan kanker hati. Meskipun dampak DEHA pada manusia belum diketahui secara pasti, hasil penelitian tersebut sudah sepantasnya membuat kita berhati-hati.

Bahaya lain yang dapat mengancam kesehatan kita adalah jika kita membakar bahan yang terbuat dari plastik. Plastik yang dibakar tersebut akan mengeluarkan asap toksik yang apabila dihirup dapat menyebabkan sperma menjadi tidak subur dan menyebabkan gangguan kesuburan. Pembakaran PVC akan mengeluarkan DEHA yang dapat mengganggu keseimbangan hormon estrogen manusia. Selain itu juga dapat mengakibatkan kerusakan kromosom dan menyebabkan bayi lahir dalam kondisi cacat. Pekerja wanita dalam industri getah, plastik, dan tekstil seringkali mengalami kejadian bayi mati dalam kandungan dan ukuran bayi yang kecil. Kajian terhadap 2.000 orang ibu dan 3.170 orang bapak di Malaysia pada tahun 2002 menunjukkan bahwa 80% wanita yang bekerja di industri getah dan plastik dan 90% wanita yang suaminya bekerja di industri pewarna tekstil, plastik, dan formaldehida menghadapi bahaya kematian anak dalam kandungan.

Satu lagi yang perlu diwaspadai dari penggunaan plastik dalam industri makanan adalah kontaminasi zat warna plastik dalam makanan. Sebagai contoh adalah penggunaan kantong plastik hitam (kresek) untuk membungkus makanan seperti gorengan dan lain-lain. Menurut Made Arcana, ahli kimia dari Institut Teknologi Bandung, zat pewarna hitam ini jika terkena panas bisa terurai terdegradasi menjadi bentuk radikal. Zat racun tersebut bereaksi dengan cepat, dengan oksigen dan makanan. Bentuk radikal ine terjadi karena memiliki satu elektron yang tidak berpasangan menjadi sangat reaktif dan tidak stabil sehingga apat menyebabkan sel tubuh berkembang tidak terkontrol seperti pada penyakit kanker.

Namun, apakah munculnya kanker ini disebabkan plastik itu atau karena mengkonsumsi makanan tercemar. Banyak faktor yang menentukan terjadinya kanker, misalnya kekerapan mengkonsumsi makanan yang tercemar, sistem kekebalan tubuh, faktor genetik, kualitas plastik dan makanan. Jika terakumulasi bisa menimbulkan kanker.

Mainan Anak, kertas tisu dan koran
Mainan anak yang terbuat dari plastik yang diberi zat tambahan ftalat agar mainan menjadi lentur juga dapat menimbulkan masalah. Hasil penelitian ilmiah yang dilakukan para pakar kesehatan di Uni Eropa menyebutkan bahwa bahan kimia ftalat banyak menyebabkan infeksi hati dan ginjal. Oleh karena itu, Komisi Eropa melarang penggunaan ftalat untuk bahan pembuatan mainan anak.

Ancaman kesehatan lainnya adalah kertas tisu dan koran. Biasanya sering kita mengeringkan minyak gorengan dengan kertas koran atau tisu. Ternyata, zat kiia yang terkandung dalam kertas itu pindah dalam makanan. Zat ini biasanya sering disebut pemutih klor yang memang ditambahkan dalam pembuatan tisu agar terlihat lebih putih bersih. Zat ini bersifat karsinogenik.

Pengawasan Lemah
Beredarnya makanan dan minuman berbahaya tidak lepas dari lemahnya kontrol dan pembinaan oleh instansi terkait dan Pemda. Temuan di lapangan dari Balai POM bisa dijadikan alasan untuk mengembargo, karena sudah mengandung bahan yang berbahaya.

Dalam PP No. 69 Tahun 1999 tentang label dan iklan, menyebutkan setiap produk yang diperjualbelikan harus mencantumkan komposisi bahannya. Setiap konsumen berhak memperoleh informasi yang benar dan jelas mengenai bahan campuran makanan. Kalau dilanggar, maka pelaku usaha (produsen, distributor, dan pedagang) dapat diancam hukuman kurungan maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp. 2 Miliar.

Tentu saja tidak semua produk makanan, minuman, kosmetik dan lainnya mengandung bahan berbahaya. Memang dalam kenyataan sehari-hari, memilih makanan yang sehat, bergizi, dan aman sulit dilaksanakan. Hal ini karena makanan atau minuman yang bebas racun itu seringkali sulit dibedakan. Namun ada baiknya kita teliti dan waspada. Periksalah label kemasannya, bau, warna, dan rasanya. Kalau baunya aneh, warnanya mencolok, rasanya juga aneh, sebaiknya jangan dikonsumsi. Kalau tidak jelas izinnya, tidak ada alamatnya, sebaiknya jangan dibeli.

Cara yang paling baik adalah kembali ke metode yang alami. Memang butuh waktu dan kesabaran, namun terjamin kesehatannya. Misalnya memakai kunyit untuk warna kuning, dan lain-lain.

(dari berbagai sumber)

3 Komentar

Filed under kemasan, Kesehatan, Pengetahuan, Tips

3 responses to “Racun Dalam Kemasan Makanan dan Mainan Anak

  1. hmm… yang saya tahu nih

    Beli mainan nih di sini aja

    http://www.tokomainanindonesia.com

    mainannya lucu lucu dan berkualitas dan aman
    cocok untuk si kecil

  2. good blog..nice post..:)
    Salam kenal..ditunggu kunjungan baliknya..

  3. melihat bahaya2 yang ditimbulkannya, sudah saatnya kita mengurangi penggunaan kantong plastik.

    sudah punya tas baGoes? baGoes adalah solusi nyata untuk membantu mengurangi penggunaan kantong plastik. Selain bisa dilipat menjadi gantungan kunci, baGoes dapat mengganti hingga 1000 kantong plastik.

    info lebih lanjut mengenai tas baGoes bisa dilihat di http://shop.greeeneration.org

    yuk sebarkan pengurangan penggunaan kantong plastik ini, untuk mendukung terwujudnya Indonesia tuntaskan sampah!🙂

    Salam,

    Reta Yudistyana
    Greeneration Indonesia


    Greeneration Indonesia
    green attitude green environment
    Kanayakan D 35 . Bandung 40135
    Jawa Barat – Indonesia
    Telp/Fax: +62-22-2500 189
    Email: info@greeneration.org
    Web: http://www.greeneration.org

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s