Banjir Bandang Sapu Cepu

Banjir bandang Selasa (27/4) malam lalu menerjang sebagian wilayah Blora dan Bojonegoro. Di Blora, banjir bandang melanda delapan desa/kelurahan di Kecamatan Cepu dan Sambong. Akibat kejadian itu, satu orang tewas terseret air. Selain itu, ratusan rumah sempat terendam dan sejumlah bangunan rusak.

Hingga kemarin (28/4) siang, belum diketahui jumlah kerugian materi akibat kejadian itu. Namun, kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. ”Kami masih menunggu data dari perangkat desa dan petugas kami yang masih mendata di lapangan,” ujar Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpollinmas) Blora Bondan Sukarno di sela-sela meninjau lokasi bekas banjir.

Di Kecamatan Cepu, banjir bandang menerjang Kelurahan Ngelo dan Karangboyo serta Desa Ngroto. Selain itu, juga Kelurahan Balun dan Cepu. Banjir di dua kelurahan yang disebut terakhir tidak parah. Khusus banjir bandang di Karangboyo mengakibatkan Ngadiono, 49, warga setempat tewas. Satpam di gereja Bethany Cepu itu saat kejadian lepas tugas dan hendak pulang dengan berjalan kaki. Dia tak kuasa menahan arus air yang datang. Ngadiono terseret arus dan warga kesulitan mencari dia karena listrik malam itu padam. ”Korban ditemukan pagi hari sekitar pukul 07.15 di areal pertambakan di Kelurahan Ngelo,” tutur Bondan.

Banjir di lima kelurahan/desa itu juga mengakibatkan ratusan bangunan terendam air mulai pukul 21.00 hingga pukul 04.00 kemarin. Warga yang kebanjiran kemarin membersihkan rumah dan perabotannya dari lumpur yang terbawa air.

Menurut warga, banjir bandang itu berawal dari hujan deras yang terjadi sejak sore. Toyo, 35, warga Desa Ngroto, mengatakan, banjir bandang di desanya sudah terjadi dua kali ini. Namun, banjir Selasa malam lalu itu terparah. Ketinggian air di dalam rumah mencapai leher orang dewasa. ”Ini yang paling parah Mas,” katanya.

Sementara banjir di Kecamatan Sambong melanda Desa Gagakan, Brabowan, dan Ledok. Akibat banjir bandang di wilayah ini, sejumlah jembatan putus dan rumah milik Sarmin,55, warga Desa Gagakan, roboh. Petani ini juga kehilangan satu ekor sapi yang tertimpa reruntuhan rumah dan tiga kambing hilang terbawa arus. Selain itu, di desa ini ada tiga rumah rusak berat. Rumah-rumah itu milik Dasiman, 44; Wakidin, 45; dan Suwarsno, 35. ”Kerugian puluhan juta rupiah,” ujar Bondan.

Sementara itu, jembatan Kali Areng yang menghubungkan Desa Brabowan dan Desa Giyanti rusak parah. Kerugian akibat rusaknya jembatan berukuran 10 m x 4 m itu ditaksir Rp 50 juta. Jembatan lain di desa ini yang rusak adalah jembatan penghubung Dusun Kali Areng dengan areal persawahan. ”Di Desa Ledok hanya jalan penghubung desa dengan persawahan yang ambrol,” kata Bondan.

Akibat kejadian tersebut sebanyak1 orang meninggal (Laki-laki 45 Tahun) di Desa Karangboyo, Kec. Ngroto, tidak ada korban luka berat, luka ringan dan tidak terjadi pengungsian. Jajaran kesehatan setempat telah melakukan upaya evakuasi korban, memberikan pelayanan kesehatan di Puskesmas Cepu, Puskesmas Ngroto dan Puskesmas Sambong.

Saat ini permasalahan kesehatan masih dapat diatasi oleh jajaran kesehatan setempat dan pemantauan tetap dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, PPK Regional Jawa Tengah dan Pusat Penanggulangan Krisis Kementerian Kesehatan.

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Cepu, Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s