Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Blora tahun 2010

Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Blora tampaknya sudah pasti dilaksanakan pada 3 Juni 2010 mendatang. Alokasi anggaran untuk biaya pemilihan bupati dan wakil bupati tersebut juga sudah mendapat lampu hijau dari pihak eksekutif dan legislatif.

Kesiapan juga sudah ditunjukkan oleh Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) Blora, ditandai dengan pelantikan oleh Bawaslu pada tanggal 12 Desember 2009 lalu.Ketua KPU Kabupaten Blora Moesafa menyambut terbentukan panwas dan berharap mereka dapat bekerja sama. Panwas diharapkan segera mengawasi rangkaian pelaksanaan pilkada hingga tuntas.

Anggaran pilkada 2010 sudah dimasukkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2010 sebesar 14 miliar, dan saat ini sedang dalam pembahasan DPRD Blora. Dana itu akan digunakan untuk keperluan Pilkada, termasuk untuk honor penyelenggara Pemilu itu sendiri.

Bursa nama calon bupati pun mulai banyak diperbincangkan. Selain Bupati incumbent Bapak Yudhi Sancoyo, ada beberapa nama lain yang bakalan bersaing dalam Pilkada ini, namun semuanya masih dalam tahap proses seleksi Partai pengusung. yang paling ditunggu adalah calon dari Partai Golkar, PDI-P, dan Demokrat, karena mereka yang mendapat suara dan kursi banyak dalam Pemilu legislatif lalu. Partai-partai politik yang memperoleh suara dan kursi sedikit akan berkoalisi menjelang pemilu kepala daerah. Jika mampu menambah koalisi, mereka berencana mengusung calon sendiri. Alasannya, mereka meragukan calon bupati yang diusung partai-partai besar.

Potensi Kerawanan
Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) Blora memprediksikan potensi kerawanan dalam pilkada di Kota Sate Juni mendatang cukup tinggi. Sebab, kepentingan dan kedekatan emosi warga akan mewarnai pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati tersebut. Sehingga sangat mungkin terjadi gesekan antarpendukung. Karena itu, panwaskab mengantisipasinya dengan menyiapkan kelompok kerja (pokja) penyelesaian sengketa. ”Kami sudah bentuk pokja di tiap kecamatan,” kata ketua Panwaskab Blora Wahono.

Dia mengatakan, selain pelanggaran pidana dan administrasi, dalam pilkada ada yang disebut sengketa. Wahono mengatakan untuk pelanggaran pidana ditangani aparat hukum dan pelanggaran administrasi ditangani KPUK. Sementara, sengketa menjadi wilayah panwaskab untuk menyelesaikan. Nah, pembentukan pokja bertujuan untuk menyelesaikan sengketa yang dimungkinkan terjadi di lapangan.

Bentuk sengketa itu misalnya ada kejadian pemasangan atribut di tempat ibadah oleh salah satu pasangan calon yang kemudian dipersoalkan pasangan calon lainnya. Dalam persoalan tersebut, menurut Wahono, tidak kuat untuk dibawa ke ranah pidana, sedangkan administrasi juga tidak memenuhi syarat. Namun, di masyarakat hal itu menjadi persoalan yang serius. Karena itulah pokja kemudian yang turun tangan menyelesaikan. ”Anggota pokja bisa bermacam mulai dari panwas, tokoh masyarakat atau agama. Bisa juga muspida dan pers,” tuturnya.

Dukungan Masyarakat
Kita semua pasti berharap proses demokrasi ini akan berjalan dengan lancar dan hasilnya bisa diterima dengan lapang dada, siapapun pemenangnya. Dan yang pasti semoga Bupati terpilih dapat lebih memajukan Kabupaten Blora secara keseluruhan, dengan dukungan dan partisipasi aktif kita semua.

9 Komentar

Filed under Agenda Kegiatan, Agenda Masyarakat, Berita

9 responses to “Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Blora tahun 2010

  1. yen pingin BLORA maju pilih ae nomer 3 pancen T>O>P

  2. OPAL

    Yen pingin KORUPSI pilih nomer SIJI, yen pingin MAJU pilih nomer TELU gitu!!!!!

  3. agus

    ah pusing ah sing lawas kkn nepotis tur yo ra pantes ,sing jine doyan duwete rakyat,sijine apik tapi ko militer

  4. blora kulon

    blora perlu perubahan, karena selama ini terlalu banyak korupsi, pilih kolbu!!!!!

  5. Yang bisa memimpin blora dgn baik dan membawa blora lebih maju dari sekarang,perhati rakyat kecil,jangan merugikan rakyat,jangan pilih calon yang koruptor nanti bisa aja kita smua yg rugi,pilih cabup yg membela wong cilik,pilih aja pasangan KOLBU KOLBU KOLBU KOLBU…..YES.

  6. abu balyan

    ngendi to pigure balon bupati blora?? rame-rame rebutan jabatan, nek wis dadi kok podo lali kajatan, rakyat iki podo pingin oleh berkat gen uripe ora terus mlarat!!! rak ngono to kang samin…..

  7. Setiap ada Pilkada Blora semua rakyat Blora mengharapkan ada perubahan / perbaikan kearah kemajuan pembangunan Kab Blora dan nasib rakyat kecil Blora. Namun ternyata itu hanya fatamorgana dan kesia-siaan belaka, apalagi pada Pilkada 2010 kandidatnya kayaknya nggak ada yang mempunyai visi dan misi yang memdai apalagi yang futuristik dan revolusioner. Akhirnya uang negara itu uang rakyat selain dipakai bancaan pribadi eksekutif dan legislatif juga nggak tepat sasaran dalam membangkitkan ekonomi rakyat kecil dan sebagian besar muspro .

  8. bapak sunarto apa ikut plkada kab blora

  9. Kira – kira kapan profile cabub nya di terbitkan ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s