Puting Beliung Menerpa Cepu dan Sekitarnya

05 Januari 2010

Cepu– Memasuki musim penghujan, angin puting beliung yang disertai hujan deras menghantam Desa Ledok Kecamatan Cepu, Jawa Tengah sekitar pukul 18.00 Wib. Sebanyak 10 rumah rusak parah pada Selasa (05/01). Selain itu ribuan pohon jati di hutan sepanjang Jepon-Cepu tumbang. Ratusan pohon diantaranya menutup jalan di jalur Blora-Cepu, sehingga kendaraan tidak bisa melewati jalan tersebut. Informasi yang diperoleh dari saudari Parmi menyebutkan, sejak pukul 16.00 Wib, hujan disertai angin kencang sudah menerjang hutan yang masuk wilayah KPH Perhutani Cepu tersebut.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO ilustrasi Suara bergemuruh angin terus terdengar di sepanjang sore itu. Mendekati pukul 18.00 Wib, hujan semakin deras dan angin kencang datang menghampiri ribuan pohon jati di hutan tersebut. Akibatnya, ratusan pohon yang berada di pinggir jalan masuk Desa Ledok, Ngawenan, Kecamatan Sambong tumbang dan menutup jalur jurusan Blora-Cepu tersebut. Di desa itu, angin merobohkan tujuh rumah dan mengakibatkan seorang anak kecil terpaksa dirawat di Rumah Sakit Umum Cepu, lantaran tertimpa blandar kayu.

Polisi kemudian memindahkan jalur dari Blora ke Cepu melalui Desa Bleboh, Kecamatan Jiken dari pos Cabak. Petugas juga berjaga di lokasi itu. Antrian kendaraan roda dua dan roda empat ini memacetan jalan di sekitar Pos Cabak, Desa Cabak, Kecamatan Jiken. Sementara itu, di Cepu, kendaraan tidak bisa bergerak karena rapatnya antrean.

Kemarin Rabu (06/01) siang, di sepanjang pinggir jalan masih berserakan kayu-kayu jati yang sudah dipotong maupun utuh. Warga kecamatan sambong, serta aparat Perhutani dibantu anggota Polres Blora, Kodim 0721 dan Yonif 410 Alugoro bergotong royong menyingkirkan kayu-kayu yang melintang di tengah jalan, bahkan warga sambong  ikut memunguti ranting kayu jati untuk dijadikan kayu bakar. “Warga Sambong banyak ke lokasi kejadian, memunguti ranting-ranting kayu jati untuk dijadikan kayu bakar”, kata Parmi salah seorang karyawan Koperasi Wanita MANDIRI Cepu (26) warga Sambong.

Selain banyaknya rumah yang rusak dan ribuan pohon jati yang tumbang, tiang-tiang listrik milik PLN dan kabel-kabel telepon milik TELKOM juga tidak luput dari serangan angin puting beliung, di sepanjang  jalan didapati tiang dan kabel listrik dan telphon berserakan. Karena itu, sejak Selasa malam hingga beberapa hari ke depan dipastikan jalan sepanjang Cepu-Blora utamanya di kawasan hutan tersebut gelap gulita.

Keadaan di Kecamatan Cepu, walaupun tidak diterjang Puting Beliung, sedikit banyak juga terkena dampaknya. Beberapa Baliho dan Reklame lain tampak bertumbangan. Sepanjang jalan Cepu Randublatung juga ditemukan beberapa pohon dan atap rumah yang terbang terbawa angin. Sudah seharusnya kita mewaspadai hal ini, agar korban jiwa bisa diminimalkan.

Angin Puting Beliung

Menurut beberapa sumber, Puting beliung adalah angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 60-90 km/jam yang berlangsung 5-10 menit akibat adanya perbedaan tekanan sangat besar dalam area skala sangat lokal yang terjadi di bawah atau di sekitar awan Cumulonimbus (Cb). Angin puting beliung memang terjadi secara tiba-tiba. Sifatnya pun lokal, dan hanya berlangsung beberapa menit. Namun ada tanda-tanda alam sebelum angin kencang ini bertiup. Apa saja tanda-tanda tersebut? Menurut Fakultas Geografi UGM (http://geo.ugm.ac.id), gejala awal puting beliung adalah :

  • Udara terasa panas dan gerah (sumuk).
  • Di langit tampak ada pertumbuhan awan Cumulus (awan putih bergerombol yang berlapis-lapis).
  • Diantara awan tersebut ada satu jenis awan mempunyai batas tepinya sangat jelas bewarna abu-abu menjulang tinggi yang secara visual seperti bunga kol.
  • Awan tiba-tiba berubah warna dari berwarna putih menjadi berwarna hitam pekat (awan Cumulonimbus).
  • Ranting pohon dan daun bergoyang cepat karena tertiup angin disertai angin kencang sudah menjelang.
  • Durasi fase pembentukan awan, hingga fase awan punah berlangsung paling lama sekitar 1 jam. Karena itulah, masyarakat agar tetap waspada selama periode ini.

Hal-hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah :

  • Puting berliung merupakan dampak ikutan awan Cumulonimbus (Cb) yang biasa tumbuh selama periode musim hujan, tetapi tidak semua pertumbuhan awan CB akan menimbulkan angin puting beliung.
  • Kehadirannya belum dapat diprediksi.
  • Terjadi secara tiba-tiba (5-10 menit) pada area skala sangat lokal.
  • Pusaran puting beliung mirip belalai gajah/selang vacuum cleaner.
  • Jika kejadiannya berlangsung lama, lintasannya membentuk jalur kerusakan.
  • Lebih sering terjadi pada siang hari dan lebih banyak di daerah dataran rendah.

Harapan kita semua adalah, semoga bencana ini tidak terjadi lagi, di Cepu maupun di kota mana pun. Karena setiap bencana pasti akan menyisakan derita. Harapan tersebut juga hendaknya diikuti dengan rasa bertanggung jawab. Tanggung jawab memperbaiki ekosistem, karena kita telah merusak dan tidak menjaganya dengan baik.

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Cepu, Pengetahuan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s