UKM KITA MISKIN DATA DAN MASIH GAPTEK

Dunia usaha selalu menuntut  business sense (kepekaan bisnis), kemampuan berinovasi, bahkan berimprovisasi serta memiliki kelenturan untuk antisipasi perubahan-perubahan yang datangnya sulit diprediksi, tidak terkecuali usaha skala kecil, medium maupun besar. Kepekaan bisnis tidak terbatas pada aspek tertentu saja melainkan hampir semua aspek dalam aktivitas bisnis.

Kepekaan bisnis tidak terbatas pada aspek tertentu saja melainkan hampir semua aspek dalam aktivitas bisnis. Dalam menghasilkan produk,  UKM kita sebenarnya tidak kalah bagus dengan produk yang sama dari sebagian negara lain, hanya mungkin dari sisi sentuhan finishing, dan packging sering kali kurang mendapat perhatian, sehingga product value UKM kita diapresiasi setengah harga. Makanya banyak eksportir dalam maupun dari luar negeri lebih suka mengekspor barang-barang setengah jadi atau sudah sembilan puluh persen jadi dari Indonesia karena setelah diproses dengan sentuhan teknologi, dikemas dipajang ditempat yang bagus dan ditempeli merk dagang tertentu harga dan valuenya bisa naik 2 bahkan 4 kali lipat.

Dari aspek pemasaran UKM kita juga masih lemah, sehingga tidak jarang produk-produk potensial yang sebenarnya bisa dilempar kepasaran ternyata menjadi stock yang tidak memiliki nilai ekonomis, penyebabnya seringkali UKM kita tidak memiliki data/informasi yang memadai baik informasi tentang penyediaan dari raw material, prosesing, product design, buyer potensial, promosi, sistem distribusi, stategi penetapan harga, segmen pasar sampai competitor capacity. Ketidakmampuan memperoleh data pihak UKM seringkali menjadi jebakan UKM yang menggiring kejurang kebangkrutan.

Memasuki dunia global tanpa batas seperti sekarang UKM harus berorientasi dan mengasah kepekaan bisnisnya semakin tajam ,dan semakin cerdas menyikapinya, contohnya data raw material maupun bahan substitusi masih mungkin bisa dilacak dan dikumpulkan dari berbagai media baik media cetak, elektronik maupun media cyber (internet) begitu juga dengan penyampaian pesan kepada calon buyer bisa ditempuh dengan cara atratif dan interatif melalui media informasi website (internet) , disamping murah, cepat juga mampu menjangkau komunitas buyers sangat luas.

Justru yang sering ditakutkan UKM kita adalah merasa tidak memiliki kemampuan teknis menyiapkan sarana pengumpul data/informasi, tidak disadari kalau semua sarana tadi ternyata sudah tersedia disekitar kita, warnet sudah masuk dipelosok kampung dan kota, apalagi media cetak dan elektronik seperti radio, dan televisi. Sebenernya yang diperlukan adalah Kepekaan dan sikap mental memanfaatan sarana tersebut dengan selektif ditunjang dengan naluri bisnis. Kepekaan dan naluri tersebut bisa diasah dengan melalui keberanian melangkah keluar dari zona nyaman, mau repot, mengurangi jam tidur dan bersakit dalam tanda petik yaitu berusaha lebih keras, dan berani mencoba.

Berbisnis tidak ubahnya melakukan spionase dalam peperangan, sekalipun Bisnis dan spionase adalah dua hal yang berbeda, namun kekuatan dua kutub yang berbeda ini adalah ada pada kemampuan mengumpulkan data/informasi yang akurat memproses dan menyiapkan alternatif tindakan taktis dan strategis merebut kesempatan terdepan. Diakui bahwa masyarakat  kita pada umumnya sering kurang suka dengan data, atau lebih tepat tidak mau repot dengan data, bahkan data apa saja sering dimanipulasi, tidak terkecuali UKM-UKM kita mulai yang ada di pinggir jalan sampai di plaza-2 tidak jarang memanipulasi data tentang specipikasi barang,  kualitas barang jelek dikatakan bagus, barang dalam kondisi cacat dikatakan sempurna dan masih banyak lagi manipulasi-2 data, yang sebenarnya kontra produktif dan tidak sesuai dengan etika bisnis. Karena didalam bisnis sangat diperlukan trust.

(diambil dari www.puskowanjati.com)

5 Komentar

Filed under Berita, Pengetahuan, Tips, UMKM

5 responses to “UKM KITA MISKIN DATA DAN MASIH GAPTEK

  1. Ada program membantu memasarkan produk UKM yang dipadukan dengan bisnis jaringan dan e-commerce. Tindakan nyata akan begitu terasa. http://ukmbersama.blogspot.com/2011/04/mitra-ukm_18.html

  2. IT seperti pisau bermata dua, jika dimanfaat secara positif akan berdampak positif dan sebaliknya.

    Ada baiknya memang kita mengenal IT namun perlunya pendampingan yang serius dan kontinyu

  3. sulit juga, karena akses minim dan sekalipun terbuka aksesnya, terkadang sulit bertemu dengan pasar. perlu sentuhan ilmu dan teknologi sepertinya, karena ukm telah memiliki pengetahuan menurut mereka kan..

    salam

    • ceputelecenter

      benar … tapi setidaknya harus ada yang memulai dan willing tuk berbagi …
      semoga UMKM Indonesia semakin maju dan menguasai … minimal di negeri sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s