Makanan Tambahan untuk Ikan

Untuk memperoleh pertumbuhan yang optimal, ikan harus cukup makanan yang bergizi. Makanan ikan sebagian besar dipergunakan sebagai sumber tenaga dan mempertahankan kondisi, sedang selebihnya dipakai sebagai pertumbuhan badannya.

Jika makanan yang dikonsumsi ikan hanya cukup untuk fungsi yang pertama, praktis ikan akan terlambat pertumbuhannya. Apalagi jika makanan yang dikonsumsi untuk fungsi pertama saja tidak cukup, maka iakan akan sangat merana hidupnya (hehehehe …) Kekurangan makanan yang berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama dapat menyebabkan ikan mati. Memang cerita ikan mati karena kurang makan belum pernah terdengar, paling-paling ikan menjadi kurus. Mati atau kurus bukanlah pilihan yang baik pada usaha yang dikelola dengan serius. Oleh karena itu wajiblah diusahakan agar makanan yang tersedia cukup jumlahnya.

Kolam air tenang memang masih dapat diharapkan menghasilkan makanan alami. Namun jika diharapkan bias mencukupi kebutuhan makanan seluruh ikan di kolam selama masa pemeliharaan adalah hal yang tidak mungkin. Sebab kolam pun terbatas kemampuannya dalam menyediakan unsur-unsur hara pembentuk makanan alami.

Upaya kuno yang telah dilaksanakan oleh petani ikan rata-rata dengan memberikan makanan tambahan. Ada yang memanfaatkan limbah pertanian seperti dedak, bungkil, daun-daunan, dan lain sebagainya. Ada juga yang memberikan pellet sebagai makanan tambahan.

Pelet sebagai makanan tambahan ikansangat baik karena mengandung berbagai zat makanan yang sangat dibutuhkan ikan. Tidak heran sebab pellet dibuat dari berbagai bahan makanan dengan komposisi yang sudah disesuaikan. Bahan makanan yang biasanya dibuat berbentuk tepung, dicampurkan, diberi air, dan dicetak. Supaya tahan lama, pellet harus kering dengan kelembapan kurang dari 10%.

Bahan Pembuat Makanan Tambahan

Bahan Pembuat makanan tambahan atau pellet ini dapat berasal dari tumbuhan atau hewan.

Yang berasal dari Hewan misalnya : tepung ikan, silase ikan, anak ayam, benawa (tepung kepiting), telur ayam bekas, susu bekas, tepung bulu, tepung darah (marus), tepung tulang, dan segala macam limbah industry pengolahan ikan.

Sedangkan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan sebagai sumber protein nabati misalnya : dedak halus, sorghum, bulgur, tepung kedelai, kacang hijau, bungkil kelapa, ampas tahu, sisa industri pengolahan makanan dan minuman.

Nilai Gizi

Membuat Pelet tidak boleh hantam kromo mencampurkan sekehendak hatibahan-bahan makanan tadi. Harus jelas dulu berapa kadar protein pellet yang kita kehendaki, atau tepatnya cocok untuk ikan yang dipelihara.

Untuk ikan yang dipelihara di kolam, rata-rata kadar protein berkisar antara 24-40%. Untuk dapat membuat pellet dengan kandungan protein yang mendekati kebenaran, haruslah diketahui terlebih dahulu kandungan protein masing-masing bahannya.

Tabel  1. Kandungan Protein Beberapa Jenis Bahan Makanan Ikan

Jenis Bahan

Kadar Protein

Tepung Ikan

60 %

Tepung Daging / Ayam

80 %

Tepung Udang

46 %

Tepung Darah

85 %

Tepung Kedelai

36 %

Tepung Sorghum

9 %

Dedak Halus

15 %

Kacang Hijau

23 %

Ampas Tahu Kering

26 %

Tepung Daun (Ubi Jalar)

3 %

Setelah diketahui daftar komposisi masing-masing bahan, maka sudah dapat dibuat rekaan di atas kertas bahan-bahan apa saja yang akan dipergunakan dalam menyusun ramuan pellet. Seluruh bahan harus berjumlah 100 bagian. Banyaknya bahan-bahan penyusun ditentukan oleh kandungan proteinnya. Sabagai contoh tepung daging yang tinggi kandungan proteinnya tentunya hanya dibutuhkan sedikit, dibandingkan dengan dedak yang rendah kadar proteinnya. Bukan berarti tepung daging kurang dibutuhkan, namun hanya untuk mengimbangi sehingga jumlah 100 bagian dapat dipenuhi.

Pelet

Pelet

Sebagai contoh penyusunan ramuan pellet secara sederhana dapat diikuti dibawah ini.

Misalnya kita buat 100 kg bahan baku. Pertama-tama harus ditentukan bahan apa yang akan dipakai dan banyaknya masing-masing bahan. Bahan baku harus lah yang mudah didapat dan murah harganya.

Tabel 2. Contoh Penyusunan Ramuan Pelet

Jenis Bahan

Jumlah Bagian

Perhitungan Kadar Protein

Tepung Daging

10

80/100 x 100 = 8

Tepung Ikan

25

60/100 x 100 = 15

Tepung Ampas tahu

20

26/100 x 100 = 5.2

Tepung Daun

8

8/100 x 100 = 0.18

Dedak Halus

35

35/100 x 100 = 5.25

Vitamin

1

Mineral

1

100

33.45

Pembuatan

Bahan-bahan ditimbang sesuai hitungan dan ditempatkan dalam wadah tersendiri. Kemudian dicampurkan satu per satu. Tahap mula, bahan-bahan yang sedikit ditimbangannya dicampurkan dengan yang sedikit, menyusul bahan yang lebih besar timbangannya. Dengan demikian masing-masing bahan benar-benar tercampur merata, agar nanti setelah menjadi pellet, mutunya sama.

Jika telah yakin campurannya telah merata, maka sudah boleh diberi air, boleh matang atau mentah. Jika campuran sudah berbentuk seperti pasta, bisa dimasukkan dalam gilingan daging untuk dicetak sebagai pellet. Cetakan yang keluar ditampung dalam nyiru untuk dijemur, atau boleh juga memakai alat pemanas.

Pelet yang dikehendaki biasanya berkadar air tidak lebih dari 10%, dan tidak mudah hancur. Pelet sebelum digunakan dapat disimpan dalam wadah drum plastik atau kantong plastik yang ditempatkan dalam ruangan yang kering.

Pemberian Makanan Tambahan di Kolam

Cara pemberian makanan tambahan pada ikan di kolam biasanya disebarkan merata di satu tempat tertentu. Ikan-ikan yang sudah terlatih biasanya akan berkumpul di tempat itu. Oleh karenanya pemberian makanan tambahan harus dilakukan pada jam-jam tertentu juga, tidak boleh sembarang waktu. Jumlah makanan yang diberikan biasanya berkisar antara 3-5% berat total ikan di kolam. Tidak semua ikan berpengaruh baik diberi makan pellet. Ikan yang diberi pellet biasanya yang sudah berukuran konsumsi.

Ikan-ikan yang masih benih kalau toh akan diberi makanan tambahan, biasanya cukup dengan dedak halus. Kadang ikan kecil ini diberi pellet juga, namun pellet ini dihancurkan terlebih dahulu sehingga bentuknya remah atau butiran kecil. Menghancurkannya cukup dengan memasukkan pellet biasa kedalam gilingan pellet. Alasan orang memberikan makanan ini karena kandungan proteinnya relative lebih tinggi dari dedak. Diharapkan pertumbuhannya lebih cepat, sehingga hasilnya pun lebih besar. Disamping itu, tentunya penggunaan kolam lebih efisien.

1 Komentar

Filed under Perikanan

One response to “Makanan Tambahan untuk Ikan

  1. trima kasih atas infonya. saya akan menjalankan usaha pelet ikan. klo berminat hub saya. trims..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s