Penghargaan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2009

Penghargaan Ketahanan Pangan ini merupakan agenda Tahunan yang diadakan oleh Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun ini ada beberapa daerah yang berkesempatan diverifikasi untuk mendapatkan Penghargaan di Tingkat Provinsi, salah satunya adalah Kabupaten Blora, yang diwakili oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) “Mekar Sari” dari Kelurahan Karangboyo, Kecamatan Cepu. KWT “Mekar Sari” mewakili untuk kategori Kelompok Pengembang Cadangan Pangan Masayarakat Bidang Pembinaan Kelompok Wanita Tani.

KWT “Mekar Sari” ini maju ke tingkat Provinsi setelah melalui seleksi di Tingkat Kabupaten oleh Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Kabupaten Blora yang di verifikasi langsung oleh Bapak Drh. R. Gundala Wejasena, MP selaku Kepala KKP.

Drh. R. Gundala Wejasena, MP
Drh. R. Gundala Wejasena, MP

Penghargaan Ketahanan Pangan Tahun 2008

Penghargaan Ketahanan Pangan dan Penghargaan Peningkatan Produksi Beras Nasional Tahun 2008, kepada gubernur, bupati, walikota, pejabat fungsional serta kelompok masyarakat.

Penerima Penghargaan Ketahanan Pangan Tahun 2008 sebanyak 177 orang/kelompok yang terdiri dari :

a. Badan Ketahanan Pangan : 36 penerima, yaitu :

  • Aparat Pemerintahan Daerah :
  1. Aparat Pemerintahan Propinsi : 5 Gubernur
  2. Aparat Pemerintahan Kabupaten/Kota : 15 Bupati dan 1 Walikota
  • Kelompok Masyarakat :
  1. Kelompok Binaan TP PKK/KWT : 5 kelompok
  2. Kelompok Pengembang cadangan pangan masyarakat : 5 kelompok
  3. Lembaga Keagamaan : 5 kelompok
  4. Kelompok masyarakat pengembang pangan lokal non beras : 3 kel.

b. Ditjen Tanaman Pangan : 28 penerima

c. Dirjen Hortikultura : 24 penerima

d. Ditjen Peternakan : 32 penerima

e. Ditjen Perkebunan : 15 penerima

f. Badan Litbang : 12 penerima

g. Ditjen PLA : 5 penerima

h. Ditjen P2HP : 20 penerima

i. Badan Karantina Pertanian : 2 penerima

Mereka ini telah berhasil meningkatkan produksi beras di daerahnya masing-masing diatas 5 persen dan memantapkan ketahanan pangan. Hadir pula Ibu Negara dan beberapa menteri.

Dalam laporannya Menteri Pertanian Anto Apriyantono mengatakan, penghargaan ketahanan pangan nasional ini diberikan melalui hasil proses usulan dari pemerintah daerah serta kelompok masyarakat lainnya, yang mengamati dan menilai keberhasilan para penerima penghargaan. “Ini salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam memotivasi dan menggalang peran serta dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan,” ujar Anton.

Ditambahkan, hasil konferensi Dewan Ketahanan Pangan para gubernur se Indonesia telah menghasilkan 9 kesepakatan bersama untuk mewujudkan ketahanan pangan wilayah dan nasional. Kesepakatan itu antara lain, komitmen mengurangi jumlah penduduk yang kelaparan, membangun dan mengembangkan cadangan pangan di daerah provinsi dan meningkatkan pelayanan gizi dan kesehatan bagi rakyat miskin.

Dalam sambutannya Presiden SBY mengatakan bahwa kita harus membangun budaya yang baik dan peradaban yang baik. “Semangat dan niat bekerja untuk mencapai yang terbaik. Bukan sekadar bekerja. Untuk siapa? Untuk rakyat! Di kabupaten, di provinsi yang para gubernur pimpin, yang saudara-saudara lakukan tentu menjadi bagian dari solusi. Makin baik apa yang kita lakukan, mereka akan makin bersyukur, dan negeri kita ini secara keseluruhan akhirnya makin sejahtera,” kata Presiden

Keberhasilan atau prestasi yang dicapai di negara ini merupakan prestasi bersama, dan hasil kerja keras semua anak bangsa. ”Bukan hanya kerja seorang presiden semata, bukan juga hanya kerja pemerintah pusat, bukan juga para menteri, tetapi karya semua anak bangsa, para pemimpin di negeri ini, bupati, walikota, camat, kepala desa, para pemimpin informal dan masyarakat luas,” kata Presiden SBY.

“Kalau ada yang masih harus kita perbaiki, mari kita perbaiki bersama. Itulah hakekat pengelolaan kehidupan bernegara, menjalankan roda pemerintahan, melanjutkan pembangunan di negeri kita,” ujar Presiden SBY. Prestasi ketahanan pangan yang saudara peroleh ini, walaupun prestasi yang diperoleh itu tidak selalu menghiasi media massa, tapi Tuhan yang Maha Kuasa mencatatnya,” tambahnya. Tampak hadir, Mensesneg Hatta Rajasa, Menhub Djusman Syafei Djamal, Menteri PU Djoko Kirmanto, Seskab Sudi Silalahi, Jubir Presiden Andi Mallarangeng.

Profil Kelompok Wanita Tani “Mekar Sari”

KWT Mekar Sari
Kelompok Wanita Tani “Mekar Sari”

Kelompok Wanita Tani “Mekar Sari” didirikan pada 18 Februari 2006 berdasarkan pada Surat Keputusan Kelurahan Karangboyo No. 01/II/SK/LURAH/2006, dengan anggota sebanyak 20 orang yang terbagi menjadi 4 kelompok.

KWT “Mekar Sari” ini merupakan binaan dari Komite Investasi Desa (KID) melalui Program Poor Farmers’ Income Improvement through Innovation Project (PFI3P) yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan/pendapatan petani miskin melalui inovasi pertanian mulai dari tahap produksi sampai pemasaran hasil. Program ini melakukan peningkatan akses petani terhadap informasi pertanian, dukungan pengembangan inovasi pertanian, serta upaya pemberdayaan petani. Pendekatan partisipatif dalam perencanaan dan pelaksanaan, pengembangan kelembagaan serta perbaikan sarana/prasarana yang dibutuhkan di desa, merupakan alternatif dalam pemberdayaan petani untuk meningkatkan kemampuan inovasi. KID sendiri berada dibawah Program Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi – P4MI dan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

KWT “Mekar Sari” dipimpin oleh Ibu Purwanti. Pusat Produksinya berada dirumah beliau yang beralamatkan di Jl. Mawar No. 90, RT 01 / RW 04, Kelurahan Karangboyo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Wilayah kerjanya meliputi seluruh wilayah Kelurahan Karangboyo, dimana sebagian besar warganya berpenghasilan dari sektor Pertanian.

Keberhasilan KWT “Mekar Sari” dalam Pembangunan Ketahanan Pangan

  • Pengembangan dan Pemanfaatan pekarangan

Usaha pengembangan produksi jenis komoditas yang diusahakan di pekarangan dengan melakukan penanaman tanaman buah-buah, seperti Mangga, Jambu, Pisang, dll, sebagai bahan pokok industri olahan. Selain itu juga melakukan penanaman tanaman obat-obatan dan lidah buaya. Selain itu diadakan juga Pelatihan bagi anggota di wilayah kerjanya

  • Pengembangan Pangan Lokal

Diversifikasi konsumsi pangan berbasis pangan lokal untuk makanan sela/selingan/jaminan diantara jam makan. KWT “Mekar Sari” juga melakukan pengembangan Industri Rumah Tangga dengan bahan pokok Waluh, Buah-buahan, seperti Lumpur Waluh, Dodol Tomat/Bengkoang, Sirup Lidah Buaya, dll, sampai akhirnya bisa menjadi mitra secara tidak langsung dengan beberapa instansi pemerintah / swasta untuk penyediaan makanan pendamping dan buah tangan khas Cepu.

  • Peningkatan Usaha Perbaikan Gizi Keluarga dan Kesehatan

Secara tidak langsung anggota KWT juga terlibat dalam kegiatan Dasa Wisma, dan Posyandu

  • Pengembangan Promosi dan Pemasaran Produk Kelompok

Untuk mencapai tujuan usaha, KWT “Mekar Sari” telah banyak mengikuti pameran, bazar serta lomba cipta menu, baik di tingkat Kecamatan maupun Kabupaten

  • Pengembangan Kemitraan Kelompok

Menjalin kemitraan dengan pemerintah / BUMN terkait dengan program KID . Selain itu juga pernah menjalin kemitraan dengan Lembaga swasta untuk mengikuti Pameran Produk Olahan “MIHAS” di Kuala Lumpur Malaysia. Kemitraan dengan LSM dan Koperasi diwujudkan dengan kerjasama dengan Koperasi Wanita “Mandiri” dan Cepu Telecenter, dalam rangka memasarkan produk-produknya

Verifikasi

Verifikasi ini dilakukan oleh tim dari Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah yang di pimpin oleh Bapak Bowo Suryoko dari Bagian Konsumsi dan Pengadaan Pangan, didampingi oleh Ibu Rini. Verifikasi ini merupakan kelanjutan dari pengajuan yang dilakukan oleh Bapak Gundala Wejasena selaku Kepala KKP Kabupaten Blora. Verifikasi merupakan peninjauan dari hasil pengisian Kuesioner yang sebelumnya telah dilakukan oleh Ketua dan Pengurus KWT “Mekarsari” dan Tokoh Masyarakat.

Dari Kiri ke Kanan - Bapak Saji, Bapak Gundala Wejasena, Ibu Purwanti, Bapak Suryanto, Ny. Purwadi
Dari Kiri ke Kanan – Bapak Saji, Bapak Gundala Wejasena, Ibu Purwanti, Bapak Suryanto, Ny. Purwadi

Dalam acara ini, KWT “Mekar Sari” didampingi oleh Kepala Kecamatan Cepu, Bapak Purwadi Setiono, SE beserta Istri, Kepala Kelurahan Karangboyo, Bapak Saji, SIP beserta Istri, dan beberapa tokoh masyarakat.

Purwadi Setiono, SE
Purwadi Setiono, SE

Pembukaan diawali oleh Bapak Purwadi Setiono. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan bahwa Cepu sebenarnya bukan merupakan kota Pariwisata tapi merupakan jalur lintasan orang yang hendak berwisata, hal ini menumbuhkan komitmen untuk memajukan perekonomian Cepu melalui diversifikasi produk pertanian dan pangan, dengan produk unggulan dari Waluh atau Labu Kuning. Kenapa Waluh ? …. Karena waluh selama ini hanya dikenal sebagai bahan pembuat Kolak. Banyak orang yang kurang paham akan kandungan Vitamin dan Mineral Waluh. Komentar senada juga diberikan oleh Bapak Saji, “Pola pikir masyarakat selalu mengesampingkan yang ada didepan mata, malah mencari sesuatu yang jauh. Contohnya : buah-buahan mereka lebih memilih yang impor, padahal yang lokal sendiri melimpah”. Selain itu rencananya, di Cepu akan didirikan Pusat Oleh-oleh khas Cepu, yang lokasinya di fasilitasi oleh Bapak Camat, menggunakan sebagian Rumah Dinas Beliau di Jalan Pemuda.

Bowo Suryoko
Bowo Suryoko

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Bowo Suryoko. Beliau menjelaskan bahwa hasil verifikasi ini nantinya akan dimusyawarahkan dengan anggota tim yang lainnya, dan yang terbaik akan diusulkan untuk mengikuti Penghargaan Ketahanan Pangan Pangan Tingkat Nasional. Diharapkan dengan adanya penghargaan ini, tiap daerah bisa menciptakan ciri khas pangan masing-masing dan memotivasi Kelompok Tani untuk bisa memanfaatkan bahan makanan lokal. Disela sambutannya, Bapak Bowo mengungkapkan kebanggaannya karena di Cepu telah melakukan diversivikasi waluh lebih banyak dari daerah lain.

Bertukar Pikiran
Bertukar Pikiran

Selangkah kemudian langsung dilanjutkan dengan wawancara antara tim penilai dengan pengurus KWT “Mekar Sari”, Kepala Kelurahan Karangboyo, dan Tokoh Masyarakat.

Wawancara dengan Kepala Kelurahan dan Tokoh Masyarakat
Wawancara dengan Kepala Kelurahan dan Tokoh Masyarakat

Wawancara dengan Pengurus KWT "Mekar Sari"
Wawancara dengan Pengurus KWT “Mekar Sari”

Acara ditutup dengan ramah tamah dan penyerahan produk hasil dari KWT “Mekar Sari” kepada tim penilai.

Ramah Tamah
Ramah Tamah

Galeri

  • Peraturan Presiden No. 83 tahun 2006 tentang Dewan Ketahanan Pangan

Perpres-83-06

  • Verifikasi
Selamat Datang ...
Selamat Datang …
Kentang nDeso ...
Kentang nDeso …
  • Produk KWT “Mekar Sari”

Produk Unggulan
Produk Unggulan
Camilan
Camilan
Produk untuk Kesehatan
Produk untuk Kesehatan
Anggota KWT "Mekar Sari" diantara Produk Hasil
Anggota KWT “Mekar Sari” diantara Produk Hasil
Stick Waluh
Stick Waluh
Keripik Pisang
Keripik Pisang
Rempeyek
Rempeyek
Dodol Tomat
Dodol Tomat
Dodol Bengkuang
Dodol Bengkuang
Dodol Lidah Buaya
Dodol Lidah Buaya
Sirup Jambu Biji
Sirup Jambu Biji
Lidah Buaya Instan
Lidah Buaya Instan
Sirup Lidah Buaya
Sirup Lidah Buaya

Untuk Informasi harga dan Pemesanan bisa menghubungi :

Cepu Telecenter – Jl. Olahraga No. 4, Cepu – Jawa Tengah

Telp. 0296 423409

email : admin@ceputelecenter.co.cc atau telecenter.wanitamandiricepu@yahoo.co.id

2 Komentar

Filed under Berita, UMKM

2 responses to “Penghargaan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2009

  1. TERIMAKASIH ATAS INFORMASI DAN TULISANNYA, CUKUP BERMANFAAT BUAT BACAAN/REFRENSI UNTUK REGENERASI. KUNJUNGI JUGA SEMUA TENTANG PAKPAK DAN UPDATE BERITA-BERITA DARI KABUPATEN PAKPAK BHARAT DI GETA_PAKPAK.COM http://boeangsaoet.wordpress.com

  2. Ping-balik: Lomba Cipta Menu Ibu Hamil « Cepu Telecenter

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s