Koperasi Wanita “MANDIRI” Cepu

Nama Kota Cepu, kini memang populer ditingkat nasional bahkan internasional. Walaupun kota ini hanyalah sebuah ibu kota kecamatan. Popularitas itu seiring dengan ditemukannya kandungan minyak bumi yang cukup besar di wilayah tersebut. Investasi asingpun masuk dalam industri migas di wilayah ini dan diperkirakan 2010 mulai eksplorasi. Tak mengherankan kehidupan di kota inipun menjadi lebih dinamis dibanding kota kecamatan lainnya di Jawa Tengah. Bahkan lebih dinamis dari ibu kota kabupatennya.

Salah satu komunitas yang turut mewarnai dinamika kota ini adalah komunitas pengusaha wanita yang kini tergabung dalam Kopwan Wanita Mandiri. Pada tahun 2006, koperasi yang beranggotakan wanita pengusaha ini telah bergabung di Puskowanjati. Tapi keanggotaannya bersifat anggota luar biasa kerana wilayahnya berada di luar Jawa Timur.

Kendati berada di wilayah Jawa Tengah, tapi diantara anggota Kopwan Wanita Mandiri, ada yang berada di wilayah Jawa Timur. Satu diantaranya adalah Ibu Hartini, pengusaha kerajinan kayu yang berada di Desa Bandar – Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro. Desa yang juga merupakan sentra kerajinan kayu ini, berada di perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Ibu Hartini, telah menjadi anggota Kopwan Wanita Mandiri Cepu sejak empat tahun lalu. Ia tergabung dalam kelompok 02 yang kini beranggotakan 30 orang. Diantara jumlah tersebut, 5 orang diantaranya adalah pengusaha kerajinan kayu di Desa Bandar. Seperti juga Ibu Hartini, mereka mengakui merasa terbantu setelah menjadi anggota koperasi. Kebutuhan modal mereka bisa ditopang dari Kopwan Wanita Mandiri tanpa harus melalui prosedur berbelit. Karena di koperasi ini telah menerapkan sistem tanggung renteng.

Dengan adanya penunjang modal tersebut, Ibu Hartini dan anggota yang lain mampu mengembangkan usahanya. Seperti dituturkan Ibu Hartini, kini produknya telah menenembus pasar Thailand, Belanda, Amerika Serikat, Taiwan, Korea dan Australia. Sementara dalam satu kali kirim, nilainya bisa mencapai sekitar Rp 15 juta. Produk Ibu Hartini ini juga beragam, harganya mulai dari Rp 17 ribu hingga Rp 30 juta.

Kelompok 02 memang bukan satu-satunya kelompok usaha yang ada di Kopwan Wanita Mandiri. Karena semua kelompok di koperasi ini beranggotakan perempuan yang punya usaha. Minimal mereka mempunyai penghasilan sendiri walau itu sebagai karyawan. Wanita pengusaha atau perempuan yang punya income sendiri, itulah yang memang disyaratkan koperasi ini pada mensyaratkat yang ingin bergabung menjadi anggota.

Tidak hanya anggotanya yang punya usaha. Para pengurusnyapun mempunyai berbagai jenis usaha. Ibu Nafi misalnya, Ketua Kopwan Wanita Mandiri ini mempunyai 10 jenis usaha lebih. Begitu pula dengan Ibu Cicik dan dua pengurus lainnya. Pendek kata anggota-anggota Kopwan Wanita Mandiri cukup memberi warna dalam kehidupan ekonomi di Cepu dan sekitarnya. Dan tak mengherankan pula bila koperasi ini juga dikenal sebagai Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (Kowapi).

Seperti juga Ibu Hartini, mereka mengakui merasa terbantu setelah menjadi anggota koperasi. Kebutuhan modal mereka bisa ditopang dari Kopwan Wanita Mandiri tanpa harus melalui prosedur berbelit. Karena di koperasi ini telah menerapkan sistem tanggung renteng.

Dengan adanya penunjang modal tersebut, Ibu Hartini dan anggota yang lain mampu mengembangkan usahanya. Seperti dituturkan Ibu Hartini, kini produknya telah menenembus pasar Thailand, Belanda, Amerika Serikat, Taiwan, Korea dan Australia. Sementara dalam satu kali kirim, nilainya bisa mencapai sekitar Rp 15 juta. Produk Ibu Hartini ini juga beragam, harganya mulai dari Rp 17 ribu hingga Rp 30 juta.

Kelompok 02 memang bukan satu-satunya kelompok usaha yang ada di Kopwan Wanita Mandiri. Karena semua kelompok di koperasi ini beranggotakan perempuan yang punya usaha. Minimal mereka mempunyai penghasilan sendiri walau itu sebagai karyawan. Wanita pengusaha atau perempuan yang punya income sendiri, itulah yang memang disyaratkan koperasi ini pada mensyaratkat yang ingin bergabung menjadi anggota.

Tidak hanya anggotanya yang punya usaha. Para pengurusnyapun mempunyai berbagai jenis usaha. Ibu Nafi misalnya, Ketua Kopwan Wanita Mandiri ini mempunyai 10 jenis usaha lebih. Begitu pula dengan Ibu Cicik dan dua pengurus lainnya. Pendek kata anggota-anggota Kopwan Wanita Mandiri cukup memberi warna dalam kehidupan ekonomi di Cepu dan sekitarnya. Dan tak mengherankan pula bila koperasi ini juga dikenal sebagai Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (Kowapi)

Paguyuban Arisan

Sebagaimana kebanyakan primer anggota Puskowanjati, Kopwan Wanita Mandiri inipun bermula dari kelompok arisan. Terbentuknya koperasi ini berawal dari tokoh-tokoh kelompok arisan yang ada di wilayah Cepu. Para tokoh inipun berkumpul dan setiap bulan mengadakan pertemuan secara anjang sana. Ikatan diantara mereka inipun semakin kuat, karena mereka merasa ada kesamaan yaitu sebagai wanita pengusaha.

Ikatan diantara mereka itupun kemudian diperkuat lagi dengan terbentuknya Paguyuban Wanita Mandiri. Paguyuban ini beranggotakan 20 perempuan yang semuanya punya usaha. Kegiatannya juga tidak lagi sebatas arisan tapi sudah melangkah lebih jauh untuk ikut mewarnai dinamika kehidupan kotanya. Berbagai pelatihan dan seminar pernah digelar oleh paguyuban ini. Bahkan paguyuban ini juga pernah sukses dalam menggelar pemilihan Kakang dan Mbakyu Cepu.

Dalam perkembangan selanjutnya, pertemuan setiap bulan tidak lagi dilakukan secara anjang sana, melainkan menetap di satu tempat. Hal itu dilakukan sejak Ibu Nafi, salah satu anggota paguyuban ini meresmikan Rumah Makan Tunas Asri miliknya pada tahun 1982. “Rumah makan inilah yang menjadi ikon dan pemersatu diantara kita. Dalam pertemuan itu pula ide-ide kegiatan sering muncul diantaranya ide pembentukan koperasi,” tukas Ibu Cicik salah satu anggota paguyuban yang kini menjadi salah satu pengurus Kopwan Wanita Mandiri.

Ibu Nafi dan Ibu Cicik bisa dikatakan motor penggerak dari paguyuban ini. Kedua ibu ini pula yang pada tahun 2002 melontarkan ide pembentukan koperasi. Gayungpun bersambut, 34 anggotanya waktu itu menyetujui pembentukan koperasi. Walaupun saat itu, tidak ada satupun yang faham tentang koperasi. Tapi mereka berkeyakinan, bahwa dengan berkoperasi tujuan bersama akan lebih mudah diwujudkan.

Ide pembentukan koperasi itupun terus menguat sampai akhirnya pada 22 Oktober 2003 bisa diwujudkan dengan nama Kopwan Wanita Mandiri. Anggotanya saat itu 40 perempuan dan dinahkodai 5 pengurus tanpa ada pengawas. Sedang usaha yang dipilih waktu itu adalah simpan pinjam dengan modal awal Rp 2 juta. Dua tahun kemudian omset telah berkembang menjadi Rp 130 juta. Dan pada tahun kedua itu pula RAT berhasil dilaksanakan.

Pada tahun 2005 itu pula, Puskowanjati bersama Kementrian Negara Koperasi dan UKM menyelenggarakan pelatihan sistem tanggung renteng. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Pengurus Kopwan Wanita Mandiri. Satu pengurusnya dikirim untuk ikut pelatihan. Tapi kesertaan itu sempat terganjal karena sudah ada 1 orang yang mewakili Kabupaten Blora. Sehingga agar tetap bisa ikut, Ibu Cicik yang ditunjuk mewakili Kopwan Wanita Mandiri itu menyebut dirinya wakil dari Kowapi Cepu. Sejak itu Kopwan Wanita Mandiri lebih dikenal sebagai Kowapi Cepu.

Buah dari pelatihan itu, yang kemudian mendorong Kopwan Wanita Mandiri mencoba menerapkan sistem tanggung renteng. Maka sejak itu pula muncul keinginan untuk bergabung menjadi anggota Puskowanjati agar bisa mendapat pembinaan secara intensif. Namun keinginan tersebut sempat terkendala pada lokasinya yang berada di luar Jawa Timur. Kendala inipun berhasil dilalui berkat keinginan kuat untuk tetap bisa menjadi anggota Puskowanjati walau hanya sebagai anggota luar biasa. Bagi mereka status itu tidak penting, asal bisa mendapat pembinaan intensif dari Puskowanjati.

Sejak itu, sistem tanggung renteng mulai diterapkan dengan langkah awal melakukan pengelompokan anggota. Dari 100 anggota yang ada, dihimpun dalam 5 kelompok. Dalam tahap pengelompokan ini, Kopwan Wanita Mandiri tidak menemui kendala berarti. Karena semua anggota bisa menerima sistem tanggung renteng. Tapi pada tahap berikutnya ketika mulai diterapkannya sistem tanggung renteng, kendala mulai dirasakan. Tak mengherankan memang, karena hal ini menyankut pemahaman dan kesadaran.

“Tidak ikut pinjam kok, ikut bertanggung jawab ketika ada anggota dalam kelompok yang tidak bisa membayar kewajibannya. Membalik pemahaman itu yang membutuhkan proses cukup lama,” tukas Ibu Gultom, salah satu pengurus Kopwan Wanita Mandiri. Terbukti, pemahaman tentang sistem tanggung renteng itu baru bisa tertanam setelah berjalan 2 tahun. Itupun belum bisa dikatakan sempurna. Karena toleransi demi toleransi masih dilakukan.

Kendati penerapan sistem tanggung renteng belum bisa dikatakan sempurna, tapi hasil telah dirasakan. Setidaknya kalau sebelum itu, piutang tidak lancar mencapai hampir 50 %, kini sudah bisa ditekan hingga 9 %. Omsetpun telah berkembang menjadi Rp 2,17 sampai akhir 2008. Selain itu, kantor yang tadinya nebeng di rumah Ibu Nafik selaku Ketua, kini telah mampu menyewa rumah untuk kantor. Anggotapun telah berkembang menjadi 347 orang yang terhimpun dalam 20 kelompok.

4 Komentar

Filed under 1, Berita

4 responses to “Koperasi Wanita “MANDIRI” Cepu

  1. MINTA ALAMATNYA BU HARTI BANDAR.SAYA INGIN BELAJAR PADA BELIAU.KEBETULAN SAYA JUGA KETUA KOPERASI WANITA DI SAMBENG KASIMAN.IBU NURUL HIDAYAH.MASJID DARUL MUQORROBIN.

  2. AMINDALID

    YAH,,,AKHIRNYA,,,,,,,,
    SUKSES BWAT CEPU TELECENTER Y,,,,,,MBAK VIKA MA VERO YANG KOMPAK,,,HE2X…

  3. Selamat atas dimulainya langkah baru Kowapi, semoga dengan adanya telecenter. UMKM dan nama Cepu semakin berkibar dan menjadi pemain utama di ladang Minyak Cepu

    Danang Rahadi – admin Grup Cepu @ Facebook

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s