Pengolahan Hasil Pertanian – (3) Persyaratan Mutu dan Sanitasi

Usaha pengandalian penyakit yang ditularkan melalui bahan pangan disebut higiene bahan pangan. Higiene bahan pangan ini sangat luas artinya, didalamnya termasuk beternak, pemasaran, pengolahan, serta penanganan yang praktis dan prosedur sanitasi yang dirancang guna mencegah jangan sampai pencemaran patogenik masih dan berkembang pada bahan pangan, termasuk di dalamnya peraturan pembuatan undang-undang pemerintah bagi mutu bahan pangan dari segi mikrobiologis termasuk program pendidikan konsumen tentang penanganan bahan pangan secara umum.

Pencemaran bahan pangan oleh mikro dapat dibedakan dalam pencemaran primer dan pencemaran skunder.
Yang dimaksud pencemaran primer yaitu pencemaran yang terjadi pada bahan sebelum bahan tersebut di panen atau di potong sedangkan pencemaran yang terjadi pada bahan yang sudah di panen atau dipotong disebut pencemaran skunder.

Tindakan yang diambil untuk mengurangi pencemaran dapat meningkatkan mutu bahan dan sekaligus mengurangi bahaya terhadap kesehatan.

Pencemaran primer dapat dihindari dengan beberapa cara antara lain :

  1. Tidak memupuk tanaman dengan kotoran manusia
  2. Tidak menyiram tanaman dengan air yang sudah tercemar kotoran manusia
  3. Kerang tidak di kembangbiakkan pada air yang tercemar

Pencemaran sekunder dapat diturunkan dengan perlakuan sebagai berikut :

  1. Pencucian bahan
  2. Sanitasi peralatan atau mesin
  3. Sanitasi tempat kerja

Prosedur umum dalam setiap operasi sanitasi sebagai berikut :

  1. Alat-alat harus dibersihkan sebaik mungkin sehingga tidak ada bahan organik yang tampak oleh mata. Untuk kegiatan ini dapat digunakan detergen, tetapi harus dibilas secara baik dengan menggunakan air bersih.
  2. Lakukan sanitasi misalkan menyiram dengan air panas 80 celsius selama setengah sampai satu menit, menyiram dengan larutan yang berkadar 500 ppm-Khlorine untuk waktu paling sedikit 1 menit.
  3. Bilasi bahan-bahan sanitasi dengan air yang bersih dan tidak tercemar.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pencemaran sekunder yaitu :

  1. Kebiasaan pribadi para pekerja dan konsumen dalam mengelola bahan pangan (bersin atau batuk didepan bahan).
  2. Perencanaan pabrik dan pengolahan pangan dan toko penjual. Dalam perencanaan pabrik pengolahan maupun toko penjual atau harus diperjuangkan dan dipertimbangkan, mengenai :
    • Ventilasi
    • Tempat sampah
    • Sumber air
    • Pembuangan limbah
    • Lokasi kamar kecil
    • Lantai harus terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan
    • Penerangan cukup
  3. Penyimpanan atau gudang
    • Bersih
    • Pertukaran udara lancar
    • Bebas hama penyakit

Kualitas suatu produk dapat diketahui melalui :

  • Fisik. Penampakan fisik dapat berupa warna, kekerasan, keutuhan produk.
  • Kimia. Penampakan pada kandungan zat-zat yang dikandung bahaya atau tidak, berapa besar kandungan unsur yang dikandung untuk mengetahui dengan menggunakan mesin atau alat.
  • Biologi. Produk berjamur atau tidak dan lain-lain. Faktor-faktor yang mempengaruhi suatu produk antara lain :
    1. Kualitas
    2. Peralatan atau mesin yang digunakan
    3. Penyimpanan
    4. Pengolahan

Contoh : Analisa Usaha Jahe Instant :

No

Uraian

Satuan

Harga (Rp)

Jumlah

I

II

III

Biaya bahan baku

1.Jahe gajah

2.Gula pasir

3.Kemasan + label

Biaya operasional

1.Minyak tanah

2.Tenaga kerja 1 orang

3.Transportasi

Biaya tetap

1 kg

1 kg

10 bks

1 ltr

4 jam

8.000

6.000

100

2.700

1.500

2.000

8.000

6.000

1.000

2.700

5.000

1.500

2.000

IV

Total Biaya

26.200

Harga Pokok Produk (HPP)   =     Total Biaya : Jumlah Produksi

=   Rp 26.200 : 10

=  Rp 2.620

Keuntungan yang diinginkan (Mark Up) = 30%

Harga Jual                                 = HPP x (1 + Mark Up)

=  Rp 2.620 x (1 + 0,3)

=  Rp 2.620 x 1,3

=  Rp 3.406

=  Rp 3.500

Total Penerimaan                  =  Rp 3.500 x 10 bks

=  Rp 35.000

Keuntungan                              =  Penerimaan Total – Biaya Total

=  Rp 35.000 – Rp 26.200

=  Rp 8.800

Laporan  Keuangan mencerminkan kondisi keuangan perushaan. Dalam Laporan Laba yang diperolah dalam setiap kali produksi Rp 8.800. laba ini akan terulang jika perusahaan melakukan produksi dengan kapasitas yang sama seperti sebelumnya.

About these ads

Tinggalkan komentar

Filed under Cepu, Dokumen, Pelatihan, Pengetahuan, UMKM

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s