Ketentuan Peredaran Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT)

Menutut Undang – Undang No. 2 Tahun 1981 tentang “Metrologi Legal”

I. APAKAH METROLOGI

Metrologi adalah ilmu pengetahuan yang mencakup segala permasalahan ukur-mengukur, takar-menakar, timbang-menimbang, dan perlengkapannya dan mencakup semua teori maupun praktek yang berhubungan dengan pengukuran yaitu sifatnya, macamnya, keseksamaannya, kebenarannya.

II. APAKAH METROLOGI LEGAL

Metrologi Legal adalah permasalahan metrologi secara luas yang berhubungan dengan satuan-satuan ukuran, cara-cara atau metode pengukuran dan alat-alat ukur, takar, timbangan, dan perlengkapannya dan syarat-syarat teknik serta peraturan-peraturan pelengkap yang ditetapkan dalam atau berdasarkan Undang-undang yang bertujuan untuk memberikan perlindungan dan pengabdian kepada kepentingan umum tentang pengawasan dan kebenaran pengukuran disebut METROLOGI LEGAL (Legal Metrology atau Metrology Legale).

III. SATUAN SISTEM INTERNASIONAL

Satuan SI adalah sistem satuan ukuran yang berlaku sah di Indonesia. Oleh karena itu satuan dan lambang satuan dicantumkan pada kemasan sebagai BDKT juga harus menggunakan satuan SI secara benar.

Setiap ukuran yang berlaku sah harus berdasarkan desimal, dengan menggunakan satuan-satuan SI (pasal 2 UUML).

Satuan Dasar ialah satuan yang merupakan dasar dari satuan-satuan besaran yang dapat diturunkan menjadi satuan turunan (pasal 1 huruf g UUML).

Ada 7 (tujuh) satuan dasar (pasal 3;4; UUML)

SATUAN DASAR BESARAN

SATUAN

LAMBANG

  1. Panjang
  2. Massa
  3. Waktu
  4. Arus listrik
  5. Suhu termodinamika
  6. Kuat cahaya
  7. Kuantitas zat
meter

kilogram

sekon

Amper

Kelvin

kandela

mole

m

kg

S

A

K

cel

mol

Kelipatan dan Bagian Desimal (pasal 5 UUML)

KELIPATAN BAGIAN DESIMAL

AWAL KATA

LAMBANG

1.000.000.000.000.000.000

1.000.000.000.000.000

1.000.000.000.000

1.000.000.000

1.000.000

1.000

100

10

0,1

0,01

0,001

0,000.001

0,000.000.001

0,000.000.000.001

0,000.000.000.000.001

0,000.000.000.000.000.001

Eksa

Peta

Tera

Giga

Mega

Kilo

Hekto

Deka

Desi

Senti

Mili

Mikro

Nano

Pikto

Femto

Atto

E

P

T

G

M

K

H

Da

D

C

M

U

N

P

F

A

IV. APAKAH BDKT

BDKT singkatan dari kata Barang Dalam Keadaan Terbungkus. Sebutan yang mudah dan dekat dengan istilah BDKT adalah “BARANG KEMASAN”. Istilah BDKT terdapat dalam buku UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1981 TENTANG METROLOGI LEGAL (UUML).

BDKT ialah barang yang ditempatkan dalam bungkusan atau kemasan tertutup, yang bila ingin membukanya atau mengeluarkan isinya harus merusak pembungkusnya, yang bahan pembungkusnya terbuat dari kertas, plastik, kayu, kaleng, gelas, atau bahan pembungkus lainnya.

Jadi BDKT adalah barang yang ditempatkan dalam kemasan tertutup, untuk mengeluarkan isinya harus merusak kemasannya, membuka tutupnya, merobek segelnya (=kemasan/bungkusnya menjadi tidak utuh lagi).

V. MENGAPA BDKT

Pada saat ini semakin terasa adanya kecenderungan dari para konsumen jika membeli barang ingin mendapatkan layanan secara cepat dan praktis. Oleh karena itu banyak para pengusaha/produsen barang berupaya menjual barangnya/ mengedarkan hasil produksinya dengan cara dikemas.

Jadi peredaran barang sebagai BDKT merupakan salah satu cara perdagangan barang yang sangat didambakan pada saat ini. Disamping layanan yang cepat, praktis, mutu baik, harga murah, konsumen juga menghendaki jaminan tentang kebenaran kuantitas barang dalam bungkusan, maka guna menghindari dari hal-hal yang tidak kita inginkan, BDKT harus tetap memperhatikan kebenaran mengenai ukuran/kuantitas barang yang dikemas itu, sesuai Undang-Undang Metrologi Legal (UUML).

VI. BAGAIMANA BDKT

BDKT yang diperdagangkan harus memenuhi ketentuan sebagaimana diatur oleh pasal 22 dan 23 UUML. Pada intinya setiap BDKT yang beredar di Indonesia harus terdapat keterangan pada pembungkusnya, labelnya, etiketnya, dengan tulisan singkat, jelas dan benar, mengenai :

  1. NAMA BARANG dalam bungkusan
  2. UKURAN atau ISI atau BERAT BERSIH, atau NETTO barang dalam bungkusan itu dengan satuan atau lambang sebagaimana dimaksudkan dalam pasal 4, 5, 7 UUML.
  3. JUMLAH BARANG dalam bungkusan jika dijual secara hitungan (pasal 22 ayat 1 huruf c UUML).

Penulisan Lambang Satuan ditulis dengan huruf latin atau huruf kecil. Lambang satuan yang berasal dari nama orang ditulis dengan huruf besar untuk huruf pertama. Lambang satuan tanpa tanda baca titik (.) menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan angka Arab yang benar.

About these ads

2 Komentar

Filed under Dokumen, Pengetahuan, UMKM

2 responses to “Ketentuan Peredaran Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT)

  1. eva

    saya juga sedang mencari Keputusan DIrjen Perdagangan Dalam Negeri Nomor 31 / DPJPN / Kep / XI / 99 tentang pedoman pengawasan Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) ini…susah banget ya mendapatkan filenya…klo bisa mohon bantuannya..
    terimakasih

  2. elok rahmawati

    Saya sedang mencari Keputusan DIrjen Perdagangan Dalam Negeri Nomor 31 / DPJPN / Kep / XI / 99 tentang pedoman pengawasan Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) ini, bila anda mempunyai filenya bisa minta tolong dikirm ke email saya? Coz saya udah lama mencari tp gak ketemu2 jg… Terima Kasih Banyaaakk.. :)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s