Bakteri Sakazakii atau lengkapnya Enterobacter sakazakii yang belakangan ini ramai diperbincangkan, karena diduga mencemari makanan dan susu formula beberapa merk yang beredar di pasaran. Bahkan tiga lembaga yaitu IPB, BPOM, dan Kementrian Kesehatan telah mengumumkan akan hal ini, tetapi sampai saat tulisan ini di publish, belum ada daftar merk susu berbakteri tersebut yang resmi dikeluarkan oleh lembaga-lembaga yang bersangkutan.
Bahaya Bakteri E. sakazakii
Bakteri sakazakii sangat berbahaya karena bisa menyebabkan radang selaput otak, infeksi saluran pernapasan bagian bawah, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi saluran kemih, infeksi dalam perut, radang jantung, radang sendi, osteomyelitis, dan infeksi mata dan juga radang usus pada bayi.

Bayi berumur sampai 28 hari sangat rentan terinfeksi bakteri sakazakii ini. Selain itu bakteri sakazakii juga mudah menyerang pada bayi yang lahir prematur, bayi yang lahir dari ibu yang mengidap HIV, bayi yang lahir dengan berat badan rendah dan bayi yang mempunyai kelainan sistem tubuh. Continue reading

Zat-zat kimia yang membahayakan kesehatan sangat banyak di sekeliling kita, misalnya plastik sebagai bahan pengemas makanan kebanyakan palstik seperti PVC, agar tidak bersifat kaku dan rapuh ditambahkan dengan suatu bahan pelembut (plasticizers). Bahan pelembut ini kebanyakan terdiri atas kumpulan ftalat (senyawa ester turunan dari asam ftalat). Beberapa contoh pelembut adalah epoxidized soybean oil (ESBO), diethyl hexyl adipate (DEHA), dan bifenil polychlorin (PCB) yang digunakan dalam industri pengepakan dan pemrosesan makanan, acetyl tributyl citrate (ATBC) dan diethyl hexyl pthalate (DEHP) yang digunakan dalam industri pengepakan film. Bahan pelembut ini membahayakan kesehatan. Sebagai contoh, penggunaan PCB sekarang sudah dilarang karena dapat menimbulkan kanker pada manusia (karsinogenik). Di Jepang, keracunan PCB menimbulkan penyakit yang disebut yusho. Tanda dan gejala dari keracunan ini berupa pigmentasi pada kulit dan benjolan-benjolan, gangguan pada perut, serta tangan dan kaki lemas. Pada wanita hamil, mengakibatkan kematian bayi dalam kandungan serta bayi lahir cacat.
Tanaman bengkuang atau Pachyrrhizus erosus dikenal baik oleh masyarakat kita. Umbi tanaman bengkuang biasa dimanfaatkan sebagai buah atau bagian dari beberapa jenis masakan. Umbi tersebut bisa dimakan segar, dibuat rujak, ataupun asinan. Selain itu, tanaman bengkuang sering juga ditanam sebagai pupuk hijau atau untuk penutup tanah di perkebunan teh.








